HALO SEMARANG – Warga RW 23 Kelurahan Tlogosari Kulon, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, menyambut positif kegiatan kerja bakti yang digelar DPC Partai Gerindra Kota Semarang. Tak sekadar memunguti sampah, kegiatan tersebut juga mengerahkan alat berat untuk mengeruk sedimentasi di Kali Tenggang yang melintas di kawasan permukiman.
Pengerukan dilakukan untuk mengembalikan kelancaran aliran sungai sekaligus mengurangi potensi banjir yang kerap menjadi kekhawatiran warga ketika musim hujan tiba.
Aksi tersebut merupakan bagian dari Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) yang dilaksanakan DPC Gerindra Kota Semarang. Selain membersihkan lingkungan, kegiatan juga diisi dengan penanaman pohon di sejumlah titik.
Puluhan kader Gerindra bersama warga RW 23 turun langsung membersihkan kawasan Kali Tenggang. Sampah dedaunan, ranting pohon, hingga sampah plastik dikumpulkan dan dimasukkan ke dalam kantong sampah berukuran besar untuk kemudian dibawa ke TPA Jatibarang.
Sementara sedimentasi yang mengendap di dasar saluran dikeruk menggunakan alat berat. Material hasil pengerukan kemudian diangkut menggunakan truk menuju lokasi pembuangan.
Ketua DPC Gerindra Kota Semarang, Joko Santoso mengatakan, kegiatan tersebut sengaja tidak hanya difokuskan pada persoalan sampah di permukaan. Pembersihan saluran air juga menjadi perhatian karena kelancaran aliran sungai berkaitan langsung dengan kondisi lingkungan warga.
“Kegiatan Gerakan Indonesia ASRI yang digagas Presiden Prabowo, di Kota Semarang akan dilaksanakan selama 16 periode atau 16 minggu sampai dengan Desember,” ujar Joko seusai kegiatan, didampingi Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Semarang Nunung Sriyanto.
Menurut Joko Santoso, kegiatan tersebut akan menyasar 16 titik di Kota Semarang hingga akhir 2026. Sebanyak 13 titik lainnya telah disiapkan untuk kegiatan berikutnya.
Pelaksanaan program dilakukan melalui berbagai kegiatan lingkungan, mulai dari membersihkan sampah, mengeruk sedimentasi sungai, hingga menanam pohon. Langkah tersebut dinilai relevan dengan kebutuhan sejumlah kawasan Kota Semarang yang memiliki persoalan lingkungan, termasuk wilayah Tlogosari Kulon yang berpotensi menghadapi banjir saat musim hujan.
Selain kerja bakti, Gerindra Kota Semarang juga menyiapkan program penghijauan. Joko mengatakan pihaknya memperoleh 1.000 bibit pohon yang akan ditanam di berbagai wilayah Kota Semarang selama program berlangsung.
“Alhamdulillah kita mendapatkan 1.000 pohon yang akan kita tanam di seluruh Kota Semarang dan ada juga tanaman yang diberikan kepada warga, berupa pohon pule yang cocok untuk lingkungan perumahan,” ungkapnya.
Tanaman obat keluarga (toga) juga diserahkan kepada warga. Harapannya, kegiatan tidak berhenti setelah kerja bakti selesai, tetapi dilanjutkan dengan perawatan lingkungan oleh masyarakat setempat.
Joko mengatakan pihaknya juga akan melibatkan lebih banyak unsur masyarakat dalam kegiatan berikutnya. Generasi muda, ibu-ibu PKK, hingga berbagai organisasi masyarakat akan diajak berpartisipasi agar gerakan tersebut memiliki dampak yang lebih luas.
Sementara itu, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Semarang Nunung Sriyanto mengatakan Gerakan Indonesia ASRI perlu mendapat dukungan dari berbagai lapisan masyarakat.
“Sinergi antara pemerintah pusat, provinsi dan kota sudah terjalin dengan baik, dan masyarakat menyambut antusias. Kami akan terus memberi dukungan,” ujar Nunung.
Menurutnya, gerakan menjaga kebersihan dan penghijauan lingkungan sejalan dengan upaya menciptakan kawasan permukiman yang nyaman bagi masyarakat Kota Semarang.
Ia juga meminta masyarakat ikut menjaga hasil kerja bakti, terutama pohon-pohon yang telah ditanam di lingkungan permukiman.
“Termasuk yang sudah ditanami pohon, kami berharap masyarakat berkomitmen untuk merawat pohon tersebut. Dengan program Indonesia ASRI dapat menciptakan lingkungan yang bersih sehingga masyarakat dapat hidup sehat,” katanya.
Bagi warga Tlogosari Kulon, pengerukan Kali Tenggang menjadi bagian penting dari kegiatan tersebut. Ketika sedimentasi diangkat dan aliran air kembali lebih lancar, setidaknya ada satu kekhawatiran yang bisa dikurangi menjelang datangnya musim hujan: air yang tertahan di saluran akibat endapan dan sampah.(HS)


