HALO KENDAL – Guna penanggulangan bencana kebakaran, Pemerintah Kabupaten Kendal melalui Dinas Sosial, menggelar sosialiasi mitigasi dan pemulihan pascabencana, yang dikaksanakan di Aula Kecamatan Ringinarum, Selasa (29/9/2026).
Kegiatan termasuk penanganan trauma bagi masyarakat yang terdampak kebakaran, sehingga diharapkan dapat membantu masyarakat kembali bangkit sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kendal, Albertus Hendri Setyawan menyampaikan, kegiatan psikososial dan trauma healing menjadi bagian penting dalam proses pemulihan masyarakat setelah mengalami bencana.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diberikan ruang untuk berbagi pengalaman dan mendapatkan dukungan agar dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari.
“Trauma healing bisa dioptimalkan dengan melakukan sharing, sehingga masyarakat pat bangkit kembali dalam menjalankan aktivitas. Dari sosialisasi ini, kami berharap masyarakat mampu melakukan mitigasi maupun penanggulangan bencana, terutama kebakaran yang sempat dialami warga Desa Kedungsari,” ujar Hendri.
Tak berhenti disitu, Dinas Sosial juga berencana memperluas kegiatan mitigasi dan pemulihan trauma ke wilayah lainnya, yang memiliki kerawanan bencana atau pernah mengalami kebakaran.
Sementara itu, Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, dalam sambutannya mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Salah satunya dengan melakukan pengecekan instalasi listrik secara berkala di rumah masing-masing.
“Terutama bagi bangunan yang instalasinya sudah berusia puluhan tahun, agar segera diremajakan guna mengantisipasi bahaya arus pendek,” pesannya.
Bupati menegaskan, kehadiran pemerintah tidak hanya diperlukan ketika bencana terjadi, tapi juga setelah bencana, khususnya dalam.membantu proses pemulihan masyarakat.
Menurutnya, pemulihan psikologis menjadi bagian penting agar warga terdampak dapat kembali menjalani kehidupan dan aktivitas secara normal.
“Pemerintah tentu tidak hanya hadir waktu bencana, tetapi pascabencana juga harus hadir, terutama dalam pemulihan psikologis masyarakat,” tandas Bupati.
Selain psikososial, dalam kegiatan terebut juga diisi dengan simulasi penanganan kebakaran secara dini. Simulasi dilakukan untuk memberikan pemahaman praktis kepada masyarakat mengenai langkah awal yang dapat dilakukan ketika terjadi kebakaran, khususnya yang disebabkan oleh tabung gas maupun munculnya titik api.
Melalui simulasi oleh petugas Damkar, diharapkan masyarakat memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar dalam menghadapi potensi kebakaran, sehingga dapat melakukan penanganan awal, sembari menunggu bantuan petugas. (HS-06)


