in

Lelang Tanah Kas Desa Pidodokulon Capai Rp93,6 Juta, Hasilnya untuk Tanggul hingga Infrastruktur

Lelang Tanah kas Desa Pidodokulon Kecamatan Patebon Kabupaten Kendal, Jumat (25/9/2026).

HALO KENDAL – Proses lelang tanah kas desa di Desa Pidodokulon, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, berlangsung cukup sengit. Para peserta harus saling mengajukan penawaran demi mendapatkan lahan garapan yang mereka incar.

Sebanyak 12 bidang tanah kas desa dilelang secara terbuka dan transparan, khususnya bagi masyarakat Desa Pidodokulon, Jumat (25/9/2026).

Suasana lelang pun berlangsung alot. Setiap peserta berusaha mempertahankan penawarannya untuk mendapatkan bidang lahan yang dinilai paling sesuai untuk digarap.

Dalam ketentuannya, peserta yang memenangkan lelang diwajibkan membayar uang muka atau DP minimal 25 persen dari nilai lelang. Sementara pelunasan diberikan batas waktu maksimal tujuh hari setelah pelaksanaan lelang.

Kepala Desa Pidodokulon, Didik Prastiawan, mengatakan lelang 12 bidang tanah kas desa tahun ini menghasilkan Rp93,6 juta. Nilai tersebut meningkat dibandingkan hasil lelang tahun sebelumnya yang mencapai Rp82,5 juta.

Menurut Didik, pendapatan dari lelang tanah kas desa akan dikembalikan untuk kepentingan masyarakat, terutama guna memenuhi kebutuhan infrastruktur serta penanganan kondisi darurat yang terjadi di desa.

“Hasil lelang kas desa ini akan kita gunakan untuk dana darurat desa, seperti tanggul jebol yang ada di Dusun Pilangsari. Selain itu, penambahan pengurukan tanah untuk pembangunan KDMP, kemudian sisanya digunakan untuk pemeliharaan infrastruktur desa,” kata Didik.

Tak hanya tanah kas desa, dalam kegiatan yang sama pemerintah desa juga melelang tujuh bidang lahan pertanian eks bengkok kepala desa.

Namun, peruntukan hasil lelang lahan eks bengkok tersebut berbeda. Dana sebesar Rp54,2 juta yang terkumpul dari tujuh bidang lahan itu akan digunakan untuk kegiatan sosial dan keagamaan di Desa Pidodokulon.

Didik menyebut, dana tersebut akan dialokasikan untuk mendukung pembangunan masjid dan musala serta memberikan santunan kepada anak yatim.

Ia menjelaskan, pemanfaatan sebagian hasil bengkok untuk kepentingan sosial merupakan komitmen yang telah disampaikan sejak dirinya mencalonkan diri sebagai kepala desa.

“Saya pernah bernazar saat pencalonan kepala desa dulu, akan menyumbangkan setengah bengkok yang saya terima untuk kegiatan sosial. Ini sudah memasuki tahun keenam sejak saya dilantik sebagai kepala desa, dan komitmen itu terus saya jalankan,” jelasnya.

Didik berharap hasil lelang eks bengkok tersebut dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama dalam mendukung kegiatan sosial dan keagamaan di Desa Pidodokulon.

Sementara itu, salah seorang warga sekaligus pemenang lelang, Sumengko, mengaku persaingan dalam lelang tahun ini cukup ketat. Para peserta harus beradu penawaran untuk mendapatkan lahan pertanian yang mereka incar.

“Lelang kali ini cukup alot, saling tawar-menawar harga. Alhamdulillah saya masih mendapatkan satu bagian garapan. Harapannya tahun depan bisa mendapatkan lagi lahan yang saya incar,” ujar Sumengko.(HS)

Bank Jateng Raih Nominasi Prasasta Gala Awards 2026, Perkuat Kontribusi bagi Pembangunan Jawa Tengah

Peringati Maulid Nabi dan Doa untuk Bangsa, Pemkab Jepara Gelar ‘Jepara Bersholawat’ di Mlonggo