in

Gas Bumi PGN Bikin Biaya Energi RSUP Sardjito Lebih Hemat hingga 75 Persen

Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Sardjito Yogyakarta memanfaatkan gas bumi dari PT Perusahaan Gas Negara (PGN), Subholding Gas Pertamina, untuk menunjang operasional rumah sakit.

HALO YOGYAKARTA – Aktivitas pelayanan di rumah sakit membutuhkan pasokan energi yang tak boleh terputus. Mulai dari sterilisasi peralatan medis, pencucian linen hingga kebutuhan dapur, semuanya membutuhkan energi yang andal setiap hari.

Kondisi itu pula yang menjadi alasan Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Sardjito Yogyakarta memanfaatkan gas bumi dari PT Perusahaan Gas Negara (PGN), Subholding Gas Pertamina, untuk menunjang operasional rumah sakit.

Gas bumi tersebut digunakan untuk dua kebutuhan utama, yakni mengoperasikan ketel uap atau boiler yang menopang kegiatan Central Sterile Supply Department (CSSD) dan laundry, serta memenuhi kebutuhan energi di dapur rumah sakit.

Teknisi Pemeliharaan RSUP Dr Sardjito, Arismantoro, mengatakan pemanfaatan gas bumi memberikan dampak cukup signifikan terhadap efisiensi biaya operasional.

“Selama menggunakan gas bumi, efisiensi yang kami rasakan cukup signifikan, dengan rata-rata penghematan biaya mencapai 75 persen dibandingkan saat menggunakan energi sebelumnya,” ujar Arismantoro.

Saat ini, kebutuhan gas bumi RSUP Dr Sardjito berkisar 25.000 hingga 30.000 meter kubik setiap bulan.

Pasokan tersebut disalurkan melalui skema CNG Clustering dari fasilitas Pressure Regulating System (PRS), dengan sumber pasokan berasal dari Semarang.

Menurut Arismantoro, manfaat penggunaan gas bumi bukan semata-mata soal penghematan biaya. Penggunaan energi tersebut juga mendukung upaya rumah sakit menjalankan operasional yang lebih memperhatikan aspek lingkungan.

Karakteristik gas bumi yang menghasilkan emisi lebih rendah dibandingkan sejumlah bahan bakar fosil lainnya menjadi salah satu pertimbangan dalam mendukung operasional rumah sakit yang lebih berkelanjutan.

Di sisi lain, keandalan pasokan menjadi faktor penting bagi rumah sakit. Berbagai fasilitas pelayanan kesehatan harus tetap beroperasi secara berkelanjutan sehingga kebutuhan energi harus tersedia secara konsisten.

PGN pun memastikan keandalan pasokan gas bumi bagi RSUP Dr Sardjito dengan menyesuaikan layanan terhadap kebutuhan operasional rumah sakit.

Selain menyediakan pasokan energi, PGN juga melakukan pemeliharaan fasilitas secara berkala untuk memastikan sistem penyaluran gas tetap aman dan berfungsi optimal.

Area Head PGN Semarang, Sugianto Eko Cahyono, mengatakan pemeliharaan rutin dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan sekaligus kontinuitas layanan kepada pelanggan.

“PGN menjaga keandalan dan keamanan layanan gas bumi kepada pelanggan. Kami melakukan pemeliharaan secara rutin untuk memastikan sistem tetap beroperasi secara optimal serta siap merespons apabila terdapat kendala. Untuk RSUP Dr Sardjito, kami terus menjaga agar pasokan gas bumi tersedia secara andal sesuai kebutuhan operasional rumah sakit,” ujar Sugianto.

Pemanfaatan gas bumi di RSUP Dr Sardjito menjadi salah satu contoh penggunaan gas bumi pada sektor pelayanan kesehatan yang membutuhkan pasokan energi secara terus-menerus.

Bagi PGN, sektor kesehatan memiliki karakteristik kebutuhan energi yang berbeda dibandingkan sektor lainnya. Keandalan dan kontinuitas pasokan menjadi faktor penting karena berkaitan langsung dengan keberlangsungan operasional fasilitas pelayanan publik.

PGN berharap pengalaman RSUP Dr Sardjito dalam memanfaatkan gas bumi, mulai dari efisiensi biaya, keandalan pasokan hingga dukungan terhadap aspek lingkungan, dapat membuka peluang pemanfaatan gas bumi yang lebih luas pada sektor komersial dan pelayanan publik, khususnya di Yogyakarta dan wilayah sekitarnya.(HS)

Cuaca Panas di Jateng Diperkirakan sampai Oktober, BMKG Imbau Hindari Pembakaran dan Cegah Dehidrasi

Porprov Jateng XVII Semakin Dekat, Pemkab Kendal Mantabkan Persiapan bersama KONI dan Pihak Terkait