HALO BISNIS – Laptop kini tak lagi sekadar perangkat untuk mengetik dan menyelesaikan pekerjaan. Di tengah kebutuhan kerja yang semakin cepat, perangkat dituntut mampu bertahan menghadapi aktivitas harian, tampil sesuai gaya pengguna, sekaligus memiliki kemampuan kecerdasan buatan (AI) yang dapat membantu menyederhanakan pekerjaan.
Gambaran tersebut diperlihatkan ASUS melalui acara “ASUS No.1 Quality & Service 2026” di Semarang, Kamis (17/9/2026). Dalam acara yang diikuti awak media dan konten kreator lokal itu, ASUS memperkenalkan sejumlah inovasi laptop sekaligus program layanan purnajual dan garansi terbaru.
Tak sekadar memaparkan teknologi, ASUS juga menghadirkan booth durability test. Pengunjung dapat melihat langsung pengujian ketahanan perangkat melalui standar militer MIL-STD 810H.
Sejumlah kondisi ekstrem diperagakan, mulai dari guncangan, suhu ekstrem, kelembapan, hingga tekanan udara rendah. Pengujian tersebut menjadi bagian dari upaya ASUS menunjukkan ketangguhan perangkat untuk menghadapi berbagai kondisi penggunaan.
Country Manager ASUS Indonesia, Lenny Lin, mengatakan program tersebut menjadi bagian dari upaya ASUS menjaga kepercayaan konsumen yang telah menggunakan produknya selama lebih dari satu dekade.
“Kepercayaan konsumen Indonesia terhadap ASUS selama lebih dari satu dekade terakhir mendorong kami untuk terus memperkuat standar kualitas dan layanan purna jual. Melalui program No.1 Quality & Service, kami memastikan setiap laptop ASUS, mulai dari ASUS ProArt, ASUS Zenbook, hingga ASUS Vivobook, teruji tangguh menghadapi aktivitas harian penggunanya di Semarang dan seluruh Indonesia,” kata Lenny.
Menurutnya, kualitas perangkat perlu berjalan beriringan dengan layanan setelah pembelian. Karena itu, ASUS turut memperluas perlindungan garansi sekaligus jaringan layanan bagi pengguna.
Technical Public Relations ASUS Indonesia, Adrian Pradipta, mengatakan setiap lini laptop ASUS dirancang dengan karakter dan kebutuhan pengguna yang berbeda, mulai dari pelajar hingga profesional.
“Mulai untuk segmen pelajar sampai profesional yang sehari-hari bisa membantu mereka mempercepat alur kerja kreatif, seperti pada laptop ASUS ProArt yang telah dilengkapi ASUS DialPad,” paparnya.
Untuk lini ASUS ProArt, ASUS Zenbook, ASUS Vivobook S Series, dan ASUS Vivobook Flip, perlindungan ditingkatkan menjadi hingga 3 tahun Garansi Internasional dan 3 tahun ASUS VIP Perfect Warranty (ADP). Sebelumnya, perlindungan ADP diberikan selama satu tahun.
“Kalau ASUS ProArt, sebagai laptop creator, sedangkan ASUS Zenbook mengandalkan material Ceraluminum™ yang membuatnya menjadi salah satu laptop tertipis dan teringan di kelasnya,” imbuh Adrian.
Sementara itu, ASUS Vivobook Classic mendapatkan peningkatan perlindungan hingga 2 tahun Garansi Internasional dan 2 tahun ASUS VIP Perfect Warranty (ADP).
Tak berhenti pada laptop, ekosistem aksesori ASUS juga mendapat perlindungan garansi penggantian 100 persen selama satu tahun untuk kendala fungsional, dengan pengecualian lini backpack.
“Peningkatan garansi ini sejalan dengan perluasan jaringan layanan ASUS, kini mencakup 141 titik layanan resmi di seluruh Indonesia dan cakupan internasional di lebih dari 90 negara,” jelasnya.
Bagi pengguna ASUS Zenbook, ASUS ProArt, dan ROG, layanan ASUS Premium Service juga tetap tersedia. Layanan tersebut mencakup Fastlane untuk mempercepat proses kunjungan servis, Free Round-Trip Shipping untuk layanan antar-jemput laptop dari rumah ke service center, serta Laptop Spa untuk perawatan berkala, termasuk pembersihan debu dan kotoran hingga penggantian pasta apabila diperlukan.
Di sisi lain, ASUS juga melihat kebutuhan pengguna yang semakin personal. Laptop tak lagi semata dinilai dari spesifikasi, tetapi juga dari tampilan yang sesuai dengan karakter pemiliknya.
Melalui konsep Pick Your Vibe, ASUS menghadirkan pilihan warna pada sejumlah produknya. ASUS Vivobook 14 dan ASUS Vivobook Go 14, misalnya, tersedia dalam tiga pilihan warna yang dirancang untuk pengguna dengan karakter berbeda.
“ASUS Vivobook kini hadir dalam pilihan warna yang lebih personal, mulai dari laptop AI ASUS Vivobook 14 hingga ASUS Vivobook Go 14 sebagai laptop pelajar yang matching, masing-masing tersedia dalam tiga varian warna yang mencerminkan karakter penggunanya,” kata Adrian.
Pilihan warna juga hadir pada aksesori, termasuk ASUS Marshmallow Keyboard (KW100) dan ASUS Marshmallow Mouse (MD100). Keduanya mengusung desain ringkas dengan koneksi nirkabel dan tombol silent, serta tersedia dalam warna pastel Lilac Mist Purple, Quiet Blue, dan Sage Green.
Warna-warna tersebut dapat dipadukan dengan laptop ASUS Vivobook sesuai pilihan pengguna.
Untuk pengguna yang membutuhkan kenyamanan saat bekerja dalam waktu lama, ASUS SmartO Mouse (MD200) hadir dengan desain ergonomis, lengkap dengan sandaran ibu jari dan sensor presisi tinggi.
Yang juga menjadi perhatian dalam lini terbaru ASUS adalah kemampuan AI. ASUS Zenbook, Vivobook S Series, dan ProArt dibekali Neural Processing Unit (NPU) dengan performa hingga lebih dari 50 TOPS dan mencapai 80 TOPS pada varian tertinggi.
Kemampuan tersebut memungkinkan pemrosesan tugas AI dilakukan lebih efisien dengan pembagian beban kerja antara CPU dan NPU. Dampaknya, prosesor dapat lebih fokus menangani pekerjaan berat, sementara pemrosesan AI dapat dilakukan dengan konsumsi daya yang lebih efisien.
Pengalaman AI juga dibuat lebih mudah melalui tombol Copilot khusus pada keyboard. Selain itu, ASUS menghadirkan Virtual Assistant Omni sebagai aplikasi AI chatbot eksklusif yang dapat beroperasi secara offline.
Kemampuan tersebut memungkinkan pengguna memanfaatkan fitur AI tanpa harus selalu terhubung ke internet, sekaligus memberikan pilihan pemrosesan lokal yang lebih menjaga privasi data.
ASUS juga memperkenalkan ASUS Zenni Claw, platform AI Agent yang dirancang untuk bekerja lebih jauh dibanding chatbot konvensional.
Platform tersebut dapat memahami tujuan pengguna, menyusun langkah kerja, hingga menyelesaikan tugas dalam beberapa tahap melalui ASUS Skills yang tersedia. Pengguna dapat memanfaatkannya untuk membantu menyusun draf presentasi, membuat itinerary perjalanan, hingga merangkum berita harian.
Pemrosesan AI dapat dilakukan secara lokal, cloud, maupun hybrid. Pilihan tersebut memberikan keleluasaan bagi pengguna untuk menyesuaikan kebutuhan antara kecepatan, kapabilitas AI, dan privasi data.
Dengan perpaduan ketangguhan perangkat, perlindungan purnajual, desain yang semakin personal, serta kemampuan AI, ASUS mencoba menempatkan laptop bukan sekadar sebagai perangkat kerja, melainkan bagian dari ekosistem digital yang mengikuti kebutuhan penggunanya.
Dari meja pelajar hingga ruang kerja profesional, laptop kini dituntut semakin pintar sekaligus semakin siap menghadapi rutinitas penggunanya.(HS)

