HALO SEMARANG – Sebuah bendera berlogo Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 berkibar di tengah suasana Minggu pagi (13/9/2026) Kota Semarang. Bendera itu bergerak dari satu jalan ke jalan lain, dibawa bersama langkah para peserta Fun Run 10K yang ikut memeriahkan gelaran MTQ Nasional di Jawa Tengah.
Di antara ratusan pelari, Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah, Sumarno turut ambil bagian. Dari halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, rombongan berlari santai menyusuri sejumlah ruas jalan ikonik Kota Semarang.
Rute tersebut membawa peserta menuju kawasan Kota Lama melalui Jalan MT Haryono, kemudian melintasi Jalan Pemuda, Jalan Pandanaran, Simpang Lima, sebelum kembali ke titik awal.
Bagi Sumarno, lari 10K tersebut bukan sekadar aktivitas olahraga atau mengejar garis finis. Setiap langkah sekaligus menjadi cara untuk “wara-wara” atau mengabarkan kepada masyarakat bahwa Jawa Tengah tengah menjadi tuan rumah MTQ Nasional XXXI.
“Kita ikut memeriahkan MTQ yang ke-31. Kita mengadakan fun run, kita bawa bendera untuk mempromosikan biar masyarakat lebih tahu lagi sehingga ikut meramaikan dan menyukseskan MTQ,” kata Sumarno.
Menurutnya, semangat menyambut MTQ tidak harus selalu diwujudkan melalui kegiatan yang berkaitan langsung dengan perlombaan tilawah. Olahraga menjadi cara lain untuk meramaikan perhelatan tersebut sekaligus mengajak masyarakat menjaga kebugaran.
“Selain ngaji ya, olahraga lah. Biar sehat,” ujarnya.
Rute Fun Run 10K juga sengaja melewati sejumlah ikon Kota Semarang. Peserta dapat melihat kawasan Kota Lama, Masjid Kauman, Lawang Sewu, Tugu Muda, hingga kawasan Simpang Lima dalam satu lintasan.
Bagi Sumarno, perjalanan tersebut sekaligus menjadi etalase kecil bagi potensi wisata Jawa Tengah. Para peserta dan kafilah yang datang dari berbagai daerah tidak hanya diajak mengikuti rangkaian MTQ, tetapi juga diperkenalkan dengan berbagai destinasi yang ada di daerah ini.
“MTQ ini kan tidak hanya jadi ajang untuk lomba tilawah, tapi juga kita ingin mempromosikan tempat-tempat wisata yang ada di Jawa Tengah,” katanya.
Kehadiran ribuan kafilah dari berbagai daerah menjadi peluang untuk memperkenalkan Semarang dan Jawa Tengah lebih luas. Apa yang mereka lihat selama berada di daerah ini diharapkan menjadi cerita yang dibawa pulang.
Sumarno berharap para kafilah yang telah menyaksikan langsung destinasi wisata di Semarang dapat menceritakan pengalamannya kepada keluarga dan kerabat di daerah asal. Dengan begitu, promosi wisata tidak berhenti di sepanjang rute Fun Run maupun selama pelaksanaan MTQ.
“Kami berharap dari para kafilah nanti, dengan mereka melihat tempat-tempat wisata di Semarang, tentu saja bisa mengajak saudara-saudaranya mungkin pas liburan bisa hadir ke Semarang dan juga di Jawa Tengah,” pungkasnya.
Pagi itu, bendera MTQ pun tak sekadar berkibar di antara para pelari. Ia menjadi penanda bahwa sebuah perhelatan nasional tengah berlangsung di Jawa Tengah, sekaligus ajakan agar masyarakat ikut menjadi bagian dari kemeriahannya.(HS)


