HALO BLORA – Insiden dugaan keracunan makanan yang dialami para siswa SMA Negeri 1 Tunjungan, mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora.
Bupati Blora, Arief Rohman turun langsung menjenguk sembilan pelajar yang tengah menjalani perawatan medis, di RSUD dr R Soetijono Blora dan Klinik Citra Mulia Tunjungan, belum lama ini.
Dalam kunjungannya tersebut, Arief Rohman didampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Blora dan Ketua Baznas Blora.
“Tadi kami mengunjungi RSUD Blora. Di sana masih terdapat sekitar tujuh siswa SMA Negeri 1 Tunjungan yang sedang menjalani proses perawatan. Sementara itu, terdapat dua siswa yang dirawat di Klinik Citra Mulia. Jadi total ada sembilan siswa yang kami kunjungi,” kata Arief Rohman, seperti dirilis blorakab.go.id.
Bupati menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas musibah tersebut. Sebagai langkah cepat tanggap, Pemkab Blora telah melakukan inspeksi dan mengambil sampel makanan dari Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) yang diduga kuat menjadi pemicu keracunan.
“Kami sudah melakukan pemeriksaan terhadap makanan yang diduga menyebabkan keracunan. Sampel makanan tersebut sudah kami kirim ke laboratorium di Semarang untuk diuji lebih lanjut. Besok, rencananya tim dari Badan Gizi Nasional (BGN) Pusat juga akan turun langsung ke Blora,” terangnya.
Sambil menunggu hasil uji laboratorium dan investigasi tim pusat, Pemkab Blora mengambil langkah tegas. Operasional penyedia makanan tersebut langsung dihentikan.
“Kami telah merekomendasikan agar operasional SPPG tersebut ditutup. Penutupan sementara sudah dilakukan sejak hari Rabu kemarin,” tegas Arief.
Bupati menegaskan, peristiwa ini harus menjadi alarm keras dan catatan evaluasi menyeluruh bagi penyelenggara program gizi di Kabupaten Blora.
“Kejadian ini harus menjadi perhatian bagi SPPG lainnya agar selalu menjaga kualitas, mutu, dan keamanan pangan secara ketat, agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” pesannya.
Mengakhiri peninjauannya, Bupati mendoakan pemulihan para korban. “Semoga para siswa yang masih menjalani perawatan segera sembuh dan dapat kembali bersekolah seperti sedia kala,” kata dia. (HS-08).


