HALO SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang terus berinovasi menjaga ruang terbuka hijau (RTH) tetap asri dan terawat di tengah puncak musim kemarau. Salah satunya dengan memanfaatkan teknologi penyiraman otomatis berbasis timer di sejumlah taman kota.
Inovasi tersebut diterapkan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang untuk memastikan tanaman mendapatkan pasokan air secara teratur, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap penyiraman menggunakan armada mobil tangki.
Kepala Disperkim Kota Semarang Murni Ediati mengatakan, sistem penyiraman otomatis bekerja berdasarkan jadwal dan durasi yang telah disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing taman.
“Dengan sistem timer, penyiraman berjalan otomatis sesuai jadwal tertentu dengan durasi sekitar 15-20 menit. Sehingga tanaman mendapatkan air tepat waktu tanpa khawatir terkendala keterlambatan armada tangki karena kepadatan lalu lintas,” jelas perempuan yang akrab disapa Pipie itu, Kamis (27/8/2026).
Menurut Pipie, penyiraman otomatis menjadi salah satu solusi untuk menjaga kondisi tanaman, terutama saat kebutuhan air meningkat selama musim kemarau. Selain lebih teratur, sistem tersebut juga diharapkan dapat membantu menekan biaya operasional pemeliharaan taman.
Saat ini, sistem penyiraman otomatis telah diterapkan di lima taman kota, yakni Lapangan Pancasila Simpang Lima, Taman Tugu Muda, Taman Diponegoro, Taman Citra Satwa, dan Taman Imam Barjo.
Pemkot Semarang juga terus memperluas penerapannya. Pada 2026, instalasi sistem serupa tengah dilakukan di Taman Kalibanteng, Taman Madukoro, dan Taman Parikesit.
“Target kami, sistem penyiraman otomatis ini bisa diterapkan secara bertahap di seluruh ruang taman pusat kota dan taman aktif. Ini bentuk modernisasi pemeliharaan ruang hijau kita,” ujar Pipie.
Meski memberikan kemudahan, sistem tersebut tetap membutuhkan dukungan infrastruktur yang memadai. Di antaranya ketersediaan sumber air cadangan, mesin pompa, sensor, serta jaringan pipa penyiraman yang berfungsi optimal.
Pemeliharaan perangkat juga menjadi bagian penting agar sistem dapat bekerja secara konsisten. Dengan dukungan tersebut, penyiraman otomatis diharapkan mampu mengurangi berbagai kendala yang selama ini muncul dalam penyiraman manual.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mengatakan, penerapan teknologi dalam pemeliharaan taman merupakan bagian dari pengembangan konsep Smart Park sebagai pendukung pembangunan Smart City Kota Semarang.
Menurutnya, teknologi tidak boleh berhenti sebagai inovasi semata, tetapi harus mampu menjawab kebutuhan nyata dalam pengelolaan fasilitas publik.
“Pemanfaatan teknologi harus menjawab kebutuhan di lapangan. Taman kota harus tetap terawat dan nyaman digunakan masyarakat, sekalipun kita menghadapi musim kemarau,” kata Agustina.
Ia menilai keberadaan taman kota memiliki fungsi penting sebagai ruang publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk beraktivitas sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas lingkungan perkotaan.
Karena itu, Agustina mengajak masyarakat ikut menjaga taman dan berbagai fasilitas yang telah disediakan pemerintah.
“Teknologi membantu pemerintah merawat kota, tetapi keberlanjutannya butuh kepedulian masyarakat. Mari kita jaga taman-taman ini agar tetap asri, sejuk, dan nyaman untuk dimanfaatkan kita semua,” pungkasnya.(HS)


