in

Antisipasi Serangan Tikus, Pemkab Batang Siapkan Bantuan Pestisida

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dispaperta Batang Diana Anggraeni. (Foto : batangkab.go.id)

 

HALO BATANG – Dinas Pangan, Pertanian dan Perkebunan (Dispaperta) Kabupaten Batang, menyiapkan antisipasi untuk menangani hama tikus, yang biasa menyerang saat musim kemarau.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dispaperta Batang Diana Anggraeni mengungkapkan, tanda-tanda pergerakan tikus sebenarnya sudah terdeteksi sejak Juli lalu, seiring dengan mulainya musim kemarau.

Namun demikian, pihaknya memastikan bahwa hingga pertengahan Agustus 2026 ini, kondisi di lapangan masih aman dan belum ada tanaman yang sampai mengalami puso atau gagal panen.

“Kalau untuk laporan dari Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) per 15 Agustus, yang terkendali ada di Kandeman seluas 2 hektare. Selain Kandeman, langkah antisipasi dan pengendalian juga gencar dilakukan di Kecamatan Pecalungan dan Tulis,” kata dia, di kantornya, Rabu (26/8/2026).

Untuk saat ini, persawahan di lima kecamatan, yakni Wonotunggal, Pecalungan, Subah, Kandeman, dan Batang sudah berstatus waspada.

Namun demikian, jika dibandingkan tahun lalu, serangan kali ini dinilai relatif lebih ringan.

Tahun lalu, hama tikus di Kecamatan Wonotunggal, menghancurkan puluhan hektare lahan pertanian, hingga berujung puso.

Akibat serangan hama tersebut, saat itu petani terpaksa gigit jari. Mereka tak hanya mengalami kerugian, tetapi juga terpaksa membersihkan lahan lebih awal untuk persiapan tanam ulang.

“Menariknya, tikus memiliki tabiat unik yang berpindah-pindah. Ini sekarang pindah ke sebelahnya, Kedungsegog. Nah itu, tikus itu kayak gitu,” jelasnya, seperti dirilis batangkab.go.id.

Demi membendung pergerakan tikus agar tidak meluas, Dispaperta tengah mengupayakan permintaan bantuan pestisida ke Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) Jawa Tengah.

Namun, penyaluran bantuan ini tak bisa sembarangan didrop begitu saja tanpa aksi nyata di lapangan.

“Jadi mereka sifatnya semacam untuk gerakan pengendalian. Jadi harus ada jadwal pengendalian, nanti mereka dropping berarti itu langsung tersalur. Selain itu, Dispaperta juga telah menyiapkan pos alokasi pestisida mandiri yang bakal diserap melalui anggaran perubahan,” terangnya.

Di luar bantuan pestisida, Diana menegaskan kunci utama kelangsungan panen sejatinya berada di tangan para petani, lewat pengamatan rutin.

“Hama itu kan banyak, tidak hanya tikus. Yang paling penting itu pengamatan. Tanpa pemantauan harian, petani akan sulit mendeteksi secara dini apakah tanamannya digerogoti tikus, wereng, atau burung,” kata dia.

Jika titik serangan mulai terlihat masif, dia menyarankan para petani untuk tidak bergerak sendiri-sendiri, melainkan menggalang aksi bersama di tingkat desa.

“Ketika sudah tahu bahwa ada serangan hama, berarti harus melakukan tindakan pengendalian. Kalau sifatnya agak banyak, biasanya koordinasi di tingkat desa untuk gerakan bareng-bareng, itu gropyokan,” ujar dia.

Langkah pamungkas yang terus disuarakan pihak dinas adalah konsistensi pola tanam serempak. Langkah ini terbukti efektif memutus rantai makanan hama.

“Sudah puluhan, ratusan kali dalam satu tahun kita menyosialisasikan, baik lewat petugas dinas maupun lewat penyuluh, untuk usahakan tanam serempak. Dengan waktu tanam yang seragam, fase pertumbuhan tanaman akan senada, sehingga penanganan hama menjadi jauh lebih mudah dan terukur,” kata dia. (HS-08)

 

 

 

PC SATRIA Kendal Tegaskan Dukungan Pemerintahan Prabowo hingga 2029, Soroti Pernyataan Budi Arie

Warga Brebes yang Belum Terima Bansos Dapat Bantuan Wardoyo