HALO PEKALONGAN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), menggelar doa bersama lintas agama di Pendopo Rumah Dinas Bupati Pekalongan, Senin (24/8/2026) malam.
Kegiatan dihadiri Plt Bupati Pekalongan H Sukirman, Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C Yusuf, Perwira Penghubung Kodim 0710/Pekalongan Mayor Cpl Yulian Cahyono, serta Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Pekalongan Conny Novita Sahetapy Engel.
Hadir pula para tokoh agama dari Katolik, Kristen, Islam, Hindu, serta perwakilan penghayat kepercayaan.
Plt Bupati Pekalongan H Sukirman mengatakan, doa bersama tersebut menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan dan kebersamaan masyarakat Kabupaten Pekalongan yang memiliki latar belakang agama dan keyakinan yang beragam.
“Spiritnya sama, yaitu mendoakan masyarakat Kabupaten Pekalongan agar semakin sejahtera dan makmur. Kita juga mendoakan agar pemerintah dapat terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” kata Sukirman, seperti dirilis pekalongankab.go.id.
Selain mendoakan masyarakat dan pemerintah daerah, doa bersama juga ditujukan bagi Presiden Republik Indonesia, Gubernur Jawa Tengah, serta seluruh jajaran pemerintahan agar senantiasa diberikan kelancaran dalam menjalankan tugas.
Menurut Sukirman, kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Ke-404 Kabupaten Pekalongan sekaligus HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Ia berharap tradisi doa bersama lintas agama tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat terus dilanjutkan sebagai ruang untuk mempererat komunikasi dan kebersamaan antartokoh agama.
Bahkan, para tokoh agama telah menyampaikan komitmen untuk melanjutkan tradisi tersebut.
Salah satunya melalui rencana menghadiri peresmian gereja Katolik di Kecamatan Karanganyar yang saat ini masih dalam proses pembangunan.
“Ini akan kita teruskan menjadi tradisi doa bersama antarumat beragama. Kita ingin kebersamaan ini terus terjaga,” katanya.
Selain memperkuat kerukunan, Sukirman menilai tokoh agama memiliki peran penting dalam membangun karakter generasi muda.
Karena itu, seluruh pihak didorong bersama-sama menjaga akhlak, moralitas, etika, dan pergaulan anak-anak muda di Kabupaten Pekalongan.
“Agama menjadi salah satu benteng dan fondasi penting untuk membendung anak-anak dari pergaulan bebas, kenakalan remaja, serta berbagai pengaruh negatif di era globalisasi,” tandasnya.
Melalui doa bersama tersebut, Pemkab Pekalongan berharap semangat toleransi, gotong royong, dan persaudaraan lintas agama semakin kuat sehingga menjadi modal bersama dalam mewujudkan Kabupaten Pekalongan yang aman, damai, dan sejahtera. (HS-08)


