in

Kemenag Gandeng Pengelola Zakat Peduli Warga Terdampak Karhutla

Relawan Rumah Zakat ikut memadamkan Karhutla. (Foto : kemenag.go.id)

 

HALO SEMARANG – Kementerian Agama (Kemenag) menggandeng pengelola zakat, untuk memperkuat penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat.

Kemenag mendorong optimalisasi dana zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya, untuk memberikan pelindungan darurat bagi masyarakat terdampak serta menjaga keberlanjutan ekologi.

Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama, Waryono Abdul Ghafur, memandang keterlibatan lembaga zakat dalam situasi karhutla memiliki dimensi kemanusiaan sekaligus ekologis.

“Dana zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya tidak berhenti pada bantuan sesaat, tetapi dapat menjadi instrumen perlindungan dan pemberdayaan masyarakat ketika bencana mengancam kebutuhan dasar mereka,” tegas Waryono di Jakarta, Senin (24/8/2026), seperti dirilis kemenag.go.id.

“Dalam konteks karhutla, yang kita jaga bukan hanya keselamatan manusia dari asap dan api, tetapi juga keberlangsungan hunian, kesehatan, sumber penghidupan, serta lingkungan yang menjadi ruang hidup masyarakat,” lanjutnya.

Menurut Waryono, pendekatan tersebut sejalan dengan ekoteologi Islam dan tujuan maqashid syariah, khususnya hifz al-nafs atau menjaga jiwa.

Ketika asap tebal menyebabkan gangguan pernapasan, jarak pandang turun, serta aktivitas masyarakat terganggu, pemenuhan kebutuhan dasar menjadi bagian penting dari tanggung jawab sosial keagamaan.

“Skema dana umat diarahkan secara fleksibel, mulai dari layanan kesehatan, penyediaan air bersih, pemulihan hunian, hingga dukungan rehabilitasi lingkungan,” paparnya.

Waryono mengapresiasi sejumlah pengelola zakat yang sudah mengambil inisiatif untuk membantu warga terdampak karhutla.

Rumah Zakat Action misalnya, bersama unsur penanggulangan bencana yang lain, telah menerjunkan relawan ke titik-titik lokasi karhutla.

Tim melakukan asesmen kebutuhan, koordinasi lapangan, hingga pemadaman di area gambut yang sulit dijangkau.

Di tengah kepungan asap pekat, ancaman karhutla tidak hanya membakar lahan, tetapi juga mengancam kesehatan, pemukiman, mata pencaharian, dan keselamatan warga.

Rumah Zakat Action juga menyiagakan ambulans 24 jam, mendirikan Posko Segar untuk warga terdampak kabut asap, dan menyalurkan bantuan logistik mendesak seperti masker N95, tabung oksigen, serta APD bagi relawan.

“Keterlibatan pengelola zakat memperkuat operasi skala besar yang dipimpin Satgas Darat dan Udara pemerintah daerah. Langkah ini sekaligus menegaskan bahwa penanganan karhutla membutuhkan orkestrasi bersama antara pemerintah, lembaga filantropi, dan masyarakat,” tandas Waryono. (HS-08)

 

Wartawan PWI Jateng, Hermansyah “Dio” Juara Turnamen Biliar 9 Ball Antarwartawan di Depok

Kemenag Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Gempa di NTT