HALO SEMARANG – Anggota Komisi V DPR RI Musa Rajekshah menilai pembangunan nasional membutuhkan peta jalan jangka panjang yang dapat diteruskan oleh pemerintahan berikutnya.
Hal tersebut disampaikannya saat merespons Pidato Kenegaraan Presiden dalam rangkaian Sidang Tahunan MPR RI di Gedung Nusantara, DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Menurut Musa, sejumlah proyek strategis nasional membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk diselesaikan sehingga tidak semestinya bergantung pada periode kepemimpinan tertentu.
Ia menilai kesinambungan pembangunan penting agar berbagai program yang telah direncanakan dapat memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
“Ke depan kita harus mempunyai rencana pembangunan jangka panjang yang berkesinambungan. Tidak bisa hanya berhenti pada saat presiden yang berkeinginan, tetapi siapapun nanti yang memimpin harus melanjutkan pembangunan tersebut,” kata Musa, seperti dirilis dpr.go.id.
Salah satu proyek yang dinilai membutuhkan kesinambungan tersebut adalah pembangunan Giant Sea Wall (tanggul laut raksasa) di Pantai Utara Jawa (Pantura).
Musa menilai proyek tersebut strategis untuk melindungi masyarakat dan aktivitas ekonomi di kawasan pesisir dari ancaman abrasi, banjir rob, kenaikan muka air laut, serta penurunan muka tanah.
“Seperti tadi juga ada Giant Sea Wall, ini sangat baik untuk mencegah terjadinya abrasi di pesisir pantai utara Pulau Jawa. Di sana juga banyak sumber kehidupan masyarakat, banyak sumber aktivitas industri. Ini juga harus direncanakan dari sekarang,” tegasnya.
Pemerintah sendiri tengah mematangkan pembangunan Giant Sea Wall Pantura sebagai proyek strategis untuk perlindungan pesisir.
Pada April 2026, Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas terkait pematangan rencana pembangunan tersebut.
Pemerintah menyebut kawasan yang dilindungi mencakup wilayah dengan populasi lebih dari 30 juta penduduk dan sekitar 60 persen kawasan industri yang terdampak.
Selain berfungsi sebagai perlindungan pesisir, pemerintah juga merancang Giant Sea Wall sebagai bagian dari pengembangan kawasan ekonomi baru.
Pemerintah saat ini mendalami 15 segmen kawasan Pantura Jawa, dengan setiap segmen akan disesuaikan dengan karakteristik wilayah serta kondisi sosial dan ekonomi masyarakat setempat.
Sebelumnya, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa pembangunan Giant Sea Wall Pantura merupakan proyek jangka panjang.
Rencana tersebut diproyeksikan membentang dari Banten hingga Gresik, Jawa Timur, dengan pembangunan tahap awal di kawasan Teluk Jakarta diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 8–10 tahun, sementara keseluruhan proyek hingga Jawa Timur diperkirakan membutuhkan sekitar 15–20 tahun.
Musa menilai karakter proyek yang membutuhkan waktu panjang tersebut semakin menegaskan pentingnya kesinambungan kebijakan lintas pemerintahan.
Menurutnya, pembangunan Giant Sea Wall bukan hanya persoalan infrastruktur, tetapi juga menyangkut perlindungan masyarakat, keberlangsungan kawasan industri, aktivitas ekonomi, dan ketahanan wilayah pesisir.
Karena itu, dia berharap perencanaan pembangunan nasional tidak hanya berorientasi pada target jangka pendek, tetapi memiliki visi puluhan tahun ke depan sehingga proyek strategis seperti Giant Sea Wall dapat dilaksanakan secara bertahap dan konsisten.
“Kalau kita punya perencanaan sampai 20 atau 30 tahun ke depan, siapapun pemerintahannya nanti harus menyelesaikan apa yang sudah menjadi rencana pembangunan nasional,” kata dia. (HS-08)


