HALO SEMARANG – Persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026 yang akan digelar pada 25–31 Oktober 2026 di kawasan Semarang Raya terus menunjukkan perkembangan positif. Memasuki hitungan kurang dari tiga bulan menjelang pembukaan, seluruh tahapan persiapan disebut berjalan sesuai rencana.
Ketua Umum KONI Jawa Tengah, Sujarwanto Dwiatmoko, memastikan penyelenggaraan pesta olahraga terbesar di tingkat provinsi tersebut tetap berlangsung sesuai jadwal. Saat ini panitia penyelenggara memfokuskan pekerjaan pada penyelesaian venue pertandingan, verifikasi administrasi atlet, serta kesiapan akomodasi seluruh kontingen.
“Porprov Jateng 2026 tetap on schedule pada 25–31 Oktober. Persiapannya juga berjalan on the track. Dengan waktu yang tersisa kurang dari tiga bulan, kami terus mematangkan seluruh aspek agar pelaksanaan Porprov berlangsung sukses,” ujar Sujarwanto.
Porprov XVII akan dipusatkan di Semarang Raya, meliputi Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kabupaten Demak, Kabupaten Kendal, dan Kota Salatiga, dengan dukungan venue di Kota Surakarta serta Kabupaten Blora.
Ajang olahraga empat tahunan tersebut diperkirakan diikuti 8.487 atlet dari seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah yang akan bertanding pada 59 cabang olahraga di sekitar 81 venue pertandingan.
Menurut Sujarwanto, seluruh Technical Delegate (TD) dari masing-masing cabang olahraga telah menyelesaikan inspeksi venue sejak Juni 2026. Hasil peninjauan itu menjadi dasar bagi tuan rumah untuk melakukan berbagai penyempurnaan fasilitas sebelum pertandingan dimulai.
Beberapa venue yang masih memerlukan penyelesaian akhir di antaranya untuk cabang olahraga senam, tinju, dan biliar. Namun, progres pembenahannya terus berjalan dan ditargetkan rampung dalam pekan ini.
“Tinggal satu atau dua venue yang masih membutuhkan penyelesaian. Salah satunya venue senam di Universitas Negeri Semarang (Unnes) yang saat ini masih dalam proses renovasi,” jelas Sujarwanto yang juga menjabat sebagai Ketua Harian PB Porprov XVII Jawa Tengah 2026.
Ia menambahkan, kepastian seluruh venue menjadi sangat penting karena berkaitan langsung dengan penempatan akomodasi masing-masing kontingen.
Selain infrastruktur pertandingan, panitia juga terus memfinalisasi kebutuhan akomodasi bagi ribuan atlet dan ofisial yang akan datang dari seluruh Jawa Tengah.
Sujarwanto menjelaskan, sesuai Peraturan Ketua Umum KONI Jawa Tengah Nomor 1 Tahun 2026 Pasal 19 Ayat (1), penyediaan akomodasi peserta menjadi tanggung jawab Panitia Besar Porprov berdasarkan kuota masing-masing kabupaten/kota.
“Akomodasi peserta sudah hampir seluruhnya selesai. Saat ini tinggal penyempurnaan di beberapa lokasi sehingga seluruh kontingen nantinya dapat terlayani dengan baik,” katanya.
Memasuki Agustus, persiapan Porprov akan memasuki fase yang lebih teknis. KONI Jawa Tengah dijadwalkan menggelar Chef de Mission Meeting dan Delegation Registration Meeting (DRM) sebagai tahapan akhir sebelum pertandingan berlangsung.
Forum tersebut akan digunakan untuk melakukan finalisasi data atlet, ofisial cabang olahraga, kontingen peserta, sekaligus proses akreditasi seluruh peserta Porprov.
Dengan seluruh tahapan yang berjalan sesuai jadwal, KONI Jawa Tengah optimistis Porprov XVII 2026 tidak hanya menjadi ajang pembinaan atlet daerah, tetapi juga mampu melahirkan bibit-bibit atlet potensial yang siap mengharumkan nama Jawa Tengah di tingkat nasional maupun internasional.(HS)


