HALO SEMARANG – Ketua Komisi D DPRD Kota Semarang, Mualim mengusulkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) selain diperuntukan bagi pelajar, ibu hamil, menyusui dan balita non PAUD, nantinya juga bisa menyasar buruh dan pekerja informal lainnya sebagai penerima manfaat.
Sebab, menurut Mualim, program MBG dinilai bisa membantu mengurangi beban masyarakat yang setiap hari harus mengeluarkan biaya kebutuhan hidup, terutama bahan pangan. Hal itu disampaikan Mualim, usai menyerap aspirasi dari sejumlah buruh pabrik Advan di Kawasan Industri Candi (KIC) Semarang, Senin (27/6/2026).
Mualim mengatakan, dari kunjungannya tersebut, buruh menyampaikan dengan diangkatnya Sudaryono sebagai Kepala BGN baru bisa memperluas akses MBG.
“Kedepan tidak anak sekolah saja, syukur- syukur bisa masuk ke karyawan, buruh, pabrik dan pekerja informal lainnya yang membutuhkan. Sehingga membantu menekan sisi finasial mereka, meningkatkan kesejahteraan buruh di pabrik,” ujarnya.
Mengingat, dirinya yang juga sempat mengenyam bekerja di pabrik tersebut sebagai buruh dan sekarang telah mantan karyawan karena sejak tahun 2014 lalu menerima amanah menjadi wakil rakyat.
“Ini berkat perjuangan mereka juga yang membawa saya sehingga bisa menjadi seperti sekarang ini,” katanya.
“Sehingga saya bersilaturahmi ke teman-teman lama, tujuan tidak lain untuk menyerap aspirasi menyangkut kondisi karyawan, mulai dari gaji, sampai situasi di tempat kerja mereka. Kami ingin membawa aspirasi mereka, yang nantinya bisa memperbaiki terkait tata kelola dan kebijakan yang makin baik. Jika direncanakan dengan matang, otomatis program MBG berjalan dengan baik,” paparnya.
Meski disisi lain, Mualim pun tidak menampik yang muncul di masyarakat dalam merespons program MBG ada pro dan kontra. Karena MBG dinilai hanya memboroskan anggaran negara.
“Memang fenomena yang muncul ada beberapa masyarakat yang melihat MBG dengan jelas menolak dan ada yang menerima, semuanya ada kekurangan dan kelebihan masing-masing. Sehingga perlu pemerintah mengubah kebijakan melalui kajian atau evaluasi jangan sampai disamaratakan. Hanya karena imbas dari kepala BGN lama terkena masalah,” bebernya.
Mualim juga menyampaikan ucapan selamat kepada Sudaryono yang diangkat Presiden Prabowo Subianto menjadi Kepala BGN yang baru. Mualim pun optimis, Sudaryono bisa megemban tugas dengan baik yang sebelumnya juga menjabat sebagai wakil menteri pertanian.
“Apalagi menurut saya, kepala BGN baru adalah sosok anak muda energik, cerdas dan alumni universitas Jepang bisa menjadi fondasi dalam menjalankan amanah sebagai kepala BGN yang baru,” paparnya.
Mualim berharap, program MBG yang sudah berjalan bisa tetap melayani masyarakat Indonesia umumnya, dan di Semarang khususnya.
“Karena sangat dibutuhkan dengan kehadiran mas Sudaryono kepala BGN ini, saya yakin beliau bisa mengubah lebih baik, memang berangkat dari anak petani, orang desa dan keluarga sederhana yang sudah merasakan suka- dukanya, kami akan yakin membawa perubahan dalam kondisi pelayanan dan gizinya dan transparansi kaitannya dengan anggaran,” katanya.
“Kami berharap pelayanan kepada masyarakat tetap tersedia memberikan pelayanan kepada yang kurang mampu, karena kebetulan saya juga sebagai anak petani dari Boyolali, menimba ilmu di Semarang dan bekerja buruh pabrik dan sekarang kebetulan bisa jadi wakil rakyat. Untuk itu, saya juga pernah berada saat masih sekolah makan susah, dan berangkat terbiasa tidak sarapan, karena harus berbagi dengan beberapa orang saudara yang ada saat itu,” urai Mualim.
Mualim pun berpendapat, karena belajar dari masa lalu itu, dia optimis kepala BGN bisa membawa perubahan tata kelola yang baik.
“Ditambah dengan pengalaman organisasi yang luas untuk dapat menjalankan tugasnya dengan profesional,” pungkasnya.
Salah satu pekerja, Novianingsih, mengaku sangat senang atas kunjungan dari mantan karyawan yang sekarang menjadi anggota DPRD Kota Semarang.
“Saya senang karena Bapak Mualim masih melihat kebawah, meski sekarang menjadi wakil rakyat. Beliau masih inget dengan kita, inginnya kedepan kita juga bisa sejahtera,” katanya.
“Kalau terkait adanya MBG sih, bagi saya pribadi sangat perlu. MBG ini bagi saya itu bekerja tidak susah-susah lagi setiap pagi bingung menyiapkan sarapan, karena di sekolah anak saya ada MBG. Sedikit tenang karena anak dapat makan bergizi di sekolah dan saya bisa total bekerja disini. Syukur MBG juga merambah kawasan pabrik, jadi karyawan tidak cari makan siang lagi di luar,” jelasnya. (HS-06)


