HALO BOYOLALI – Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat atau National Aeronautics and Space Administration (NASA), memberikan apresiasi kepada Ibrahim Al Abrar, siswa kelas 6 SD Negeri 3 Genengsari, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali.
Dengan kemampuannya di bidang codding, Ibra berhasil mengetahui celah keamanan siber pada sistem atau domain publik milik NASA, dan melaporkannya pada lembaga tersebut.
Tak hanya dari NASA. Ibra juga memperoleh penghargaan dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
Penghargaan disampaikan Direktur Operasi Keamanan Siber BSSN, Andi Yusuf, Selasa (21/7/2026) yang berkunjung langsung ke Kabupaten Boyolali untuk bertemu dengan Ibra.
Kedatangannya pun disambut Bupati Boyolali, Agus Irawan bersama dengan Ibra dan ayahnya, Aminudin.
Andi Yusuf memuji langkah Ibrahim yang memilih untuk melaporkan kelemahan sistem yang dia temukan kepada pihak NASA secara baik-baik, bukan memanfaatkannya untuk hal yang merugikan.
Pada kesempatan itu, Andi Yusuf menyerahkan apresiasi dari BSSN untuk mendukung pengembangan bakat Ibra di bidang teknologi dan informasi tersebut.
Jika nanti ke depannya minat Ibra di dunia siber semakin berkembang, maka BSSN akan siap mendukung untuk kuliahnya kelak.
“Nanti pengembangan ke depannya juga akan selalu kita monitoring,” ujar Andi saat menyerahkan Apresiasi dari BSSN kepada Ibra.
Bupati Boyolali, Agus mengaku sangat bangga dengan prestasi yang ditorehkan Ibra.
Pihaknya berharap nantinya akan ada lagi talenta-talenta muda yang menyusul keberhasilan Ibra.
“Ini benar-benar sangat luar biasa sekali. Semoga nanti talenta-talenta hebat yang ada di Kabupaten Boyolali akan menyusul seperti prestasi Dik Ibrahim ini.” ungkap Agus, seperti dirilis boyolali.go.id.
Seperti yang sudah diberitakan, berawal dari anak yang gemar bermain game, Ibra diarahkan oleh ayahnya untuk belajar coding.
Berhasil menguasai coding, Ibra berkembang dengan mempelajari (keamanan siber) cyber security.
Melalui berbagai artikel yang dibaca, ia pun terinspirasi dari orang-orang yang sudah berhasil menembus keamanan siber dari lembaga-lembaga internasional.
Ibra lalu berusaha mencari celah kemanan NASA. Tak langsung berhasil, usai mencoba yang keempat kali, ia baru berhasil mendapat email konfirmasi dari NASA bahwa temuannya valid. Prosesnya pun memakan waktu cukup lama yaitu dua bulan.
Ditemui usai mendapatkan penghargaan dari BSSN, Ibra terlihat sangat senang dengan keberhasilannya.
Ia mengaku kaget namun senang karena sempat tidak percaya diri akan berhasil memperoleh apresiasi NASA, dengan proses waktu yang cukup lama.
“Kedepannya saya ingin menjadi cyber security yang ada etikanya juga tidak berbuat jahat.” kata Ibra.
Aminudin selaku orang tua yang selama ini mendukung bakat Ibra merasa sangat bangga akan keberhasilan anak laki-laki satu-satunya ini.
Dia berharap, kelak Ibra bisa menjadi contoh untuk kakak dan adiknya yang perempuan, serta menginspirasi anak-anak lain bahwa semua orang juga bisa meski dengan berbagai keterbatasan seperti tempat tinggal yang jauh dari kota.
“Sebagai orang tua saya sangat senang, sangat bangga, karena bagaimanapun dulu nggak pernah terpikir sejauh ini. Apalagi saya tinggalnya di pelosok desa sana di Boyolali utara jauh dari perkotaan, minim fasilitas belajar hanya memanfaatkan internet,” terang Aminudin. (HS-08)


