in

Jebol Berbulan-bulan, Petani di Pidodokulon Kendal Minta Pemerintah Segera Perbaiki Tanggul Sungai Bodri

Foto ilustrasi: Kondisi tanggul Sungai Bodri yang jebol dan tumpukan sampah yang masuk ke area tambak milik warga.

HALO KENDAL  – Jebolnya tanggul Sungai Bodri di Dusun Pilangsari, Desa Pidodokulon, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal yang terjadi beberapa bulan lalu, membuat warga resah dan meminta pemerintah daerah segera melakukan perbaikan.

Apabila tidak ditangani, kerusakan tidak hanya berdampak pada kerugian ekonomi masyarakat, tetapi juga berpotensi menimbulkan persoalan yang lebih besar.

Oleh karena itu, warga berharap koordinasi antara pemerintah kabupaten dan pemerintah provinsi tidak berhenti pada pembahasan semata, melainkan segera diwujudkan dalam langkah nyata melalui perbaikan tanggul demi keselamatan dan keberlangsungan mata pencaharian masyarakat.

Seperti diungkapkan salah seorang petani tambak Desa Pidodokulon, Jumulyo, Selasa (21/7/2026). Dirinya mengaku mengalami kerugian besar akibat jebolnya tanggul tersebut.

Dikatakan, saat tanggul jebol, ribuan ikan bandeng yang baru ditebar hanyut terbawa arus sehingga ia gagal melanjutkan usaha budidayanya.

“Sejak tanggul Sungai Bodri jebol saya tidak bisa menebar benih ikan lagi. Ikan bandeng yang sudah saya tebar semuanya hanyut habis,” ungkap Jumulyo.

Dirinya juga menyebut, selain menghambat aktivitas petani menuju lahan pertanian, kerusakan tanggul juga menyebabkan sampah dari aliran sungai menumpuk di tambak ikan milik warga. Kondisi tersebut telah berlangsung sejak awal Mei 2026 hingga pertengahan Juli 2026.

“Sekarang musim kemarau, tambak justru dipenuhi sampah yang terbawa dari Sungai Bodri, harapannya pemerintah segera memperbaiki tanggul ini agar kami bisa kembali menebar benih, yang nantinya untuk mencukupi kebituhan keluarga,” jelas Jumulyo.

Pemerintah Desa Pidodokulon dan para perani berharap, pemerintah tidak lagi menunda penanganan tanggul yang rusak. Terlebih saat ini memasuki musim kemarau yang dinilai menjadi waktu paling tepat untuk melakukan perbaikan sebelum datangnya musim hujan.

Kepala Desa Pidodokulon, Didik Prastiawan mengatakan, pihanya telah menyampaikan langsung persoalan tersebut kepada Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari, saat kegiatan penanaman mangrove beberapa waktu lalu.

Menurutnya, pada saat itu Bupati Kendal menyampaikan, bahwa penanganan tanggul Sungai Bodri merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui instansi terkait.

Meski demikian, lanjut Didik, Bupati juga mengatakan, bahwa pihak Pemkab Kendal telah berkoordinasi dengan PSDA Provinsi dan akan terus mendorong agar perbaikan segera direalisasikan karena tidak dapat dibiayai melalui APBD Kabupaten.

“Kami terus berupaya mendorong agar perbaikan tanggul segera terealidasi, karena kondisinya sekarang sangat memprihatinkan. Itu sampah dari Sungai Bodri masuk ke tambak warga dan banyak petani yang sudah mengeluh karena tambaknya tidak bisa dimanfaatkan lagi,” ujarnya.

Didik juga mengingatkan, bahwa saat ini merupakan waktu yang paling tepat untuk melakukan perbaikan karena masih berada pada musim kemarau.

“Kalau bisa segera diperbaiki sekarang. Jangan sampai menunggu musim hujan datang. Kami khawatir jika tanggul tidak segera dibenahi, saat hujan deras nanti banjir kembali melanda dan menggenangi permukiman warga Dusun Pilangsari,” tandasnya.

Keluhan sama disampaikan Atmo, petani ladang di Dusun Pilangsari. Menurutnya, jebolnya tanggul membuat akses utama menuju lahan pertanian terputus sehingga para petani harus memutar melalui jalur yang lebih jauh.

“Kami sangat kesulitan saat membawa pupuk maupun mengangkut hasil panen karena harus memutar cukup jauh. Saya berharap Bupati Kendal segera memperjuangkan perbaikan tanggul ini. Saat penanaman mangrove dulu, Ibu Bupati juga pernah menyampaikan akan mengupayakan agar tanggul segera diperbaiki,” ujarnya.

Masyarakat setempat berharap Pemerintah Kabupaten Kendal terus mengawal persoalan ini serta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah segera merealisasikan perbaikan tanggul Sungai Bodri.

Penanganan yang cepat dinilai sangat penting untuk memulihkan aktivitas pertanian dan perikanan warga sekaligus mencegah potensi banjir yang mengancam permukiman saat musim hujan tiba.(HS)

Ingatkan Bahaya Pembobolan Data, Sekda Jateng : Cyber Security Data Pemerintah Harus Diperkuat

Pemdes Pidodowetan Kendal Gelar Musdessus Sikapi Pro Kontra Pendirian Minimarket Modern di Desa