HALO SEMARANG – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko, mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang terus mempercepat perbaikan infrastruktur jalan melalui realokasi anggaran pada tahun 2026.
Menurutnya, percepatan penanganan jalan rusak harus dibarengi dengan kualitas pekerjaan yang baik agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
Heri mengatakan, kondisi jalan yang mantap menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung aktivitas ekonomi, meningkatkan konektivitas antarwilayah, serta memperlancar mobilitas masyarakat. Karena itu, pembangunan infrastruktur jalan perlu menjadi prioritas pemerintah daerah.
Ia menilai keputusan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi merealokasikan anggaran sekitar Rp 200 miliar untuk mempercepat perbaikan jalan provinsi merupakan langkah yang tepat. Kebijakan tersebut menunjukkan respons cepat pemerintah dalam menjawab kebutuhan masyarakat terhadap infrastruktur yang layak.
“Kami mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam mempercepat perbaikan jalan. Infrastruktur yang baik menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi dan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Heri.
Menurutnya, penggunaan mekanisme Peraturan Kepala Daerah (Perkada) untuk merealokasikan anggaran merupakan terobosan yang memungkinkan penanganan jalan rusak dilakukan lebih cepat tanpa harus menunggu pembahasan APBD Perubahan yang dijadwalkan berlangsung pada September.

Heri mengatakan, percepatan pelaksanaan proyek harus tetap memperhatikan mutu pekerjaan. Ia meminta setiap tahapan pembangunan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga pengawasan, dilakukan secara optimal agar kualitas jalan sesuai standar teknis dan memiliki usia layanan yang lebih panjang.
“Kecepatan memang penting, tetapi kualitas pekerjaan tidak boleh dikompromikan. Jalan yang dibangun harus benar-benar memenuhi standar sehingga tidak cepat rusak dan memberikan manfaat dalam jangka panjang,” katanya.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sendiri menargetkan tingkat kemantapan jalan provinsi kembali mencapai 94 persen pada 2026 melalui berbagai program pemeliharaan, rehabilitasi, dan peningkatan jalan di sejumlah wilayah.
Heri menambahkan, pembangunan infrastruktur jalan harus dilakukan secara merata agar manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat, termasuk di daerah yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses transportasi. Infrastruktur yang baik juga dinilai mampu meningkatkan daya saing daerah dan menarik investasi.
DPRD Jawa Tengah akan terus menjalankan fungsi pengawasan untuk memastikan pelaksanaan proyek infrastruktur berjalan sesuai perencanaan, tepat sasaran, serta menggunakan anggaran secara efektif dan akuntabel.
“Kami ingin setiap anggaran yang digunakan benar-benar menghasilkan infrastruktur yang berkualitas. Dengan begitu, masyarakat memperoleh pelayanan yang lebih baik dan pembangunan dapat memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkasnya.(HS)
