in

Ratusan Peserta Ramaikan Mabar Bandeng HUT Ke-2 BMI di Grand Maerakaca, Tebar Lebih dari Satu Ton Ikan

Suasana event Mancing bareng (Mabar) bandeng yang digelar komunitas mancing Belanak Mania Indonesia (BMI) merayakan ulang tahun ke 2 di Grand Maerakaca, Tamab Mini Jawa Tengah, Jalan Puri Anjasmoro, Semarang Barat, Minggu (12/7/2026).

HALO SEMARANG – Suasana Grand Maerakaca, Taman Mini Jawa Tengah, Semarang Barat, dipenuhi ratusan penghobi memancing pada Minggu (12/7/2026). Sebanyak 532 pemancing dari berbagai daerah di Jawa Tengah ambil bagian dalam Mancing Bareng (Mabar) Bandeng yang digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-2 Belanak Mania Indonesia (BMI).

Antusiasme peserta terlihat sejak pagi. Selain menjadi ajang silaturahmi antarkomunitas, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkenalkan potensi perikanan Kota Semarang sekaligus mendukung pengembangan wisata berbasis perikanan.

Kepala Dinas Perikanan Kota Semarang, Sunarto, menyambut baik penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, mabar bandeng sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Semarang meningkatkan konsumsi ikan sekaligus mengembangkan sektor perikanan.

“Ini sejalan dengan program unggulan SUN FISH (Semarang Urban Fishery Integrated Smart and Sustainable) yang sedang kami kembangkan,” ujarnya di sela kegiatan.

Ia juga mengucapkan selamat ulang tahun kepada Belanak Mania Indonesia yang kini memasuki usia dua tahun.

“Kami mengucapkan selamat ulang tahun kepada BMI. Semoga komunitas ini semakin solid, guyub, dan terus berkembang sehingga hobi memancing bisa memberi manfaat yang lebih luas,” katanya.

Sunarto menjelaskan, kegiatan tersebut juga mendukung upaya Pemerintah Kota Semarang memperkuat identitas daerah sebagai salah satu sentra penghasil bandeng.

“Sejalan dengan arahan Ibu Wali Kota, kami terus berupaya meningkatkan indeks konsumsi ikan. Salah satunya melalui penguatan branding Kota Semarang sebagai kota bandeng,” jelasnya.

Ia mengapresiasi tingginya partisipasi peserta yang mencapai lebih dari 500 orang. Menurutnya, angka tersebut menunjukkan besarnya minat masyarakat terhadap olahraga memancing sekaligus menjadi bukti keberhasilan panitia dalam menyelenggarakan kegiatan.

“Pesertanya luar biasa. Ikan yang ditebar juga mencapai lebih dari satu ton. Ini menjadi capaian yang patut diapresiasi karena kegiatan berjalan lancar, aman, dan mendapat sambutan yang sangat baik,” ujarnya.

Sunarto menambahkan, Dinas Perikanan akan terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai komunitas, termasuk komunitas pemancing, sebagai bagian dari pengembangan sektor perikanan.

“Kami ingin terus berkolaborasi melalui program SUN FISH yang mengedepankan konsep smart, terintegrasi, dan kolaboratif. BMI menjadi salah satu mitra yang kami harapkan ikut mendukung pengembangan sektor perikanan di Kota Semarang,” katanya.

Kolaborasi tersebut, lanjutnya, juga diarahkan untuk mendukung pengembangan wisata perikanan yang mulai dipersiapkan Pemerintah Kota Semarang pada 2027.

Sementara itu, Ketua Belanak Mania Indonesia, Rajino, mengatakan kegiatan ini digelar untuk memperingati hari jadi BMI sekaligus mempererat hubungan antarkomunitas pemancing dari berbagai daerah.

“Kami mengundang komunitas-komunitas dari Semarang maupun luar daerah, seperti Grobogan, Salatiga, hingga Yogyakarta,” ujarnya.

Menurut Rajino, jumlah peserta terus bertambah hingga menjelang penutupan pendaftaran.

“Data terakhir sebelum acara sekitar 499 peserta. Namun saat pendaftaran ditutup pagi tadi jumlahnya mencapai 532 orang,” katanya.

Dalam perlombaan tersebut, penilaian dilakukan berdasarkan ikan bandeng dengan bobot terberat yang berhasil ditangkap peserta.

“Kategori juara ditentukan berdasarkan ikan terberat dengan aturan dan kriteria yang sudah ditetapkan panitia,” jelasnya.

Untuk mendukung jalannya lomba, panitia menebar sekitar 1 ton 21 kilogram ikan bandeng ke kolam yang digunakan sebagai arena memancing.

“Penebaran ikan dilakukan secara terbuka dan disaksikan oleh teman-teman dari komunitas lain,” ujarnya.

Rajino berharap BMI terus berkembang dan memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat.

“Kami ingin BMI tidak hanya dikenal sebagai komunitas memancing, tetapi juga menjadi komunitas yang mampu memberikan manfaat sosial bagi lingkungan sekitar,” tuturnya.

Ketua Panitia Mabar Bandeng Anniversary BMI Ke-2, Agung Rahmadi, mengungkapkan seluruh persiapan kegiatan dilakukan hanya dalam waktu sekitar satu bulan. Meski demikian, antusiasme peserta melampaui ekspektasi panitia.

“Saya hanya memiliki waktu sekitar empat minggu untuk menyiapkan acara ini. Alhamdulillah pesertanya mencapai 532 orang. Ini menjadi pencapaian yang sangat membanggakan,” katanya.

Agung menambahkan, Grand Maerakaca dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan karena memiliki fasilitas yang memadai sekaligus menjadi destinasi wisata yang layak dipromosikan kepada masyarakat luas.

“Grand Maerakaca memiliki area yang luas, fasilitas parkir memadai, dan kami ingin semakin banyak masyarakat mengenal destinasi wisata ini,” ujarnya.

Selain hadiah uang pembinaan bagi para juara utama, panitia juga menyediakan berbagai hadiah perlengkapan memancing yang semakin menambah semarak perayaan ulang tahun kedua Belanak Mania Indonesia tersebut.(HS)

CLASSY Modifest 2026 Resmi Ditutup di Yogyakarta, Kreativitas Modifikasi Skutik Yamaha Kian Berkembang

Wali Kota Semarang Pimpin Aksi Tanam 200 Cemara Laut di Pulau Tirang, Perkuat Konservasi Pesisir