in

Pekerja Pabrik Rokok di Banjarnegara Ikuti Pelatihan Blending Tembakau dan Teknik Melinting

Pekerja mengikuti pelatihan blending tembakau di Gedung PR Hepto Noverlis. (Foto : banjarnegarakab.go.id)

 

HALO BANJARNEGARA – Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disperindakop UKM), menyelenggarakan Pelatihan Blending Tembakau dan Teknik Pelintingan Rokok, dengan memanfaatkan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) pada Program Pembinaan Industri.

Kegiatan yang dibuka Asisten Perekonomian dan Pembangunan Mohamad Iqbal, di Gedung PR Hepto Noverlis, baru-baru ini, dilaksanakan selama 11 hari, mulai 7 hingga 17 Juli 2026.

Adapun materi pelatihan, meliputi blending tembakau selama dua hari dan pelatihan teknik melinting rokok selama sembilan hari.

Sebanyak 35 orang peserta, yang merupakan pekerja dari tiga perusahaan rokok legal di Banjarnegara mengikuti kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Mohamad Iqbal menyampaikan bahwa pemanfaatan DBHCHT diarahkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor Industri Hasil Tembakau (IHT), khususnya perusahaan yang telah memiliki izin usaha dan memenuhi ketentuan cukai.

Pemanfaatan DBHCHT pada Program Pembinaan Industri di Kabupaten Banjarnegara diwujudkan melalui pembinaan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia pada perusahaan Industri Hasil Tembakau yang legal, salah satunya melalui pelatihan blending tembakau dan teknik pelintingan rokok.

“Kami minta seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh sehingga ilmu dan keterampilan yang diperoleh mampu memberikan manfaat nyata bagi perusahaan, meningkatkan kualitas produksi, serta mendukung efisiensi proses kerja,” kata Iqbal, seperti dirilis banjarnegara.go.id.

Menurutnya, Pemkab Banjarnegara berkomitmen untuk terus meningkatkan kompetensi tenaga kerja pada industri hasil tembakau, khususnya sektor Sigaret Kretek Tangan (SKT), sebagai upaya meningkatkan produktivitas dan daya saing industri rokok legal di daerah.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindagkop-UKM, Adi Cahyono, mengatakan bahwa pelatihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan dan keterampilan para pekerja dalam proses pembuatan rokok sigaret kretek tangan agar lebih terampil, efektif, dan menghasilkan produk yang semakin berkualitas.

“Melalui pelatihan ini kami berupaya meningkatkan mutu SDM sekaligus memperkuat pemahaman peserta mengenai proses produksi rokok sigaret kretek tangan. Harapannya, keterampilan para pekerja semakin meningkat sehingga produktivitas perusahaan juga ikut bertambah,” jelasnya.

Ia menambahkan, seluruh peserta berasal dari tiga perusahaan rokok yang telah terdaftar dan beroperasi secara legal di Kabupaten Banjarnegara.

Pelatihan ini difokuskan untuk mengasah keterampilan pekerja sekaligus mendukung peningkatan produktivitas industri hasil tembakau yang taat terhadap peraturan.

“Kami berharap industri hasil tembakau legal di daerah semakin berkembang, memiliki tenaga kerja yang kompeten, serta mampu meningkatkan kualitas dan daya saing produk di tengah persaingan industri yang semakin ketat,” harapnya.

Pelatihan menghadirkan narasumber Suris Hono dari PR Rajan Nabadi, Kudus, Suria, Jamasri, Listianing yang membagikan materi dan praktik mengenai teknik blending tembakau serta pelintingan rokok sesuai standar industri. (HS-08).

 

 

Buka Jalan Karier Internasional, Bupati Kebumen Pastikan Kesiapan Siswa di LPKS X-Japan

Gunakan Kardus yang Dijahit untuk Berlatih, Siswa SD Asal Banjarnegara Ini Raih Emas O2SN Jateng