HALO KENDAL – Sebanyak 180 peserta yang berasal dari Kecamatan Weleri dan Rowosari, Kabupaten Kendal mengikuti kegiatan Madrasah Amil 2026, yang dilaksanakan di Gedung SMK NU Weleri, Minggu (21/6/2026).
Madrasah Amil sendiri merupakan program kaderisasi dan pelatihan yang diselenggarakan oleh lembaga pengelola zakat resmi Nahdlatul Ulama (NU) dalam membekali petugas pengumpul, pendistribusi, dan pendayagunaan zakat dengan kompetensi profesional, amanah, dan berintegritas.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya LazisNU (Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama) MWC NU dan JPZIS NU CARE–LAZISNU PAC Muslimat NU Kecamatan Rowosari bersama UPZIS NU CARE Kecamatan Weleri untuk meningkatkan kapasitas dan profesionalisme para pengelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di tingkat kecamatan hingga ranting.
Ketua Panitia, M Ghozali mengatakan, Madrasah Amil diikuti 180 peserta, terdiri dari 37 peserta laki-laki dan 143 peserta perempuan.
Menurutnya, kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman dan keterampilan kepada para amil agar mampu mengelola dana ZIS secara lebih baik dan dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di wilayah masing-masing.
“Harapannya setelah mengikuti kegiatan ini, para peserta dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di ranting masing-masing, meningkatkan kolaborasi dengan pengurus NU, Muslimat NU, Fatayat NU, serta mendorong peningkatan penghimpunan infak,” beber Ghozali.
Dirinya berharap, seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi penguatan kelembagaan LAZISNU di tingkat akar rumput.
Sementara itu, Ketua LazisNU PCNU Kabupaten Kendal, dr Abidin menegaskan, keberadaan LazisNU memiliki tujuan besar untuk membesarkan Nahdlatul Ulama melalui berbagai program sosial dan pemberdayaan masyarakat.
“Pengelolaan zakat, infak, dan sedekah tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Kita harus sangat berhati-hati dalam aspek manajerial karena yang dikelola adalah amanah umat,” ujarnya.
Menurut Abidin, Madrasah Amil menjadi sarana penting untuk membekali para pengelola zakat dengan pengetahuan dan pemahaman yang memadai sehingga mampu menjalankan amanah secara profesional dan akuntabel.
“Melalui Madrasah Amil ini kami berharap seluruh pengurus memahami tugas dan tanggung jawabnya, sehingga amanah dari masyarakat dapat tersampaikan dengan baik dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh umat,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Rois Syuriyah PCNU Kendal, KH Masykur Amin menyampaikan, LazisNU merupakan instrumen penting dalam mendukung kemajuan organisasi dan kemaslahatan masyarakat.
“LazisNU hadir untuk memajukan NU melalui berbagai program yang bermanfaat. Semoga ke depan NU semakin besar dan mampu memberikan kemanfaatan yang lebih luas bagi seluruh umat,” ujarnya.
Masykur Amin berharap melalui kegiatan ini, kualitas sumber daya amil zakat semakin meningkat, penghimpunan dana ZIS semakin optimal.
“Selain itu, program-program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan Nahdlatul Ulama dapat menjangkau lebih banyak penerima manfaat,” ungkapnya.(HS)


