HALO KENDAL – Puskesmas Ringinarum Kabupaten Kendal kembali menorehkan prestasi di bidang inovasi pelayanan publik melalui Inovasi Kajekzi (Kader Ojek Gizi) yang masuk Top 10 Kompetisi Inovasi Daerah Jawa Tengah (IDEA Jateng) Tahun 2026 dan meraih posisi lima terbaik kategori kabupaten/kota.
Keberhasilan tersebut diumumkan melalui Surat Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Jawa Tengah Nomor S/000.9.14/369/2026 tertanggal 11 Juni 2026.
Dari total 142 inovasi kabupaten/kota yang berpartisipasi, Kajekzi menjadi salah satu inovasi unggulan yang dinilai memiliki dampak nyata bagi masyarakat.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Kendal, Izzuddin Latif mengatakan, capaian tersebut merupakan hasil dari proses seleksi yang panjang dan ketat.
Dijelaskan sebelum masuk Top 10, seluruh peserta harus melalui tahapan administrasi, penilaian proposal, presentasi, hingga wawancara oleh tim penilai IDEA Jateng 2026.
“Pada 11 Juni kami menerima surat pengumuman dari BRIDA Jawa Tengah terkait hasil Top 10 IDEA Jateng 2026. Ini merupakan ajang kompetisi inovasi daerah yang sangat bergengsi. Setelah melalui seleksi yang ketat, Kendal berhasil masuk 10 besar dan pada 26 Juni mendatang akan menerima penghargaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah,” jelas Izzuddin saat konferensi pers, Jumat (19/6/2026).
Dirinya mengungkapkan, Pemkab Kendal mengirimkan sejumlah inovasi dalam kompetisi tersebut, di antaranya Job Connect Kendal Karier V.2, Tekad Kita Bisa, Garuda Sigap, Prenatal Gentle Yoga, dan Kajekzi.
Dari seluruh proposal yang diajukan, lanjut Izzudin, dua inovasi berhasil menembus Top 50, yakni Prenatal Gentle Yoga dari Puskesmas Cepiring dan Kajekzi dari Puskesmas Ringinarum.
“Kajekzi sendiri merupakan inovasi yang berfokus pada percepatan penanganan stunting melalui pendekatan Edu-Delivery, NutriGO, dan HealthLink. Program ini mengintegrasikan edukasi gizi, distribusi Pemberian Makanan Tambahan (PMT), serta konektivitas layanan kesehatan dalam satu sistem yang terstruktur dan berbasis komunitas,” bebernya.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Ringinarum, dr Aulia Huda mengatakan, inovasi Kajekzi lahir dari tingginya prevalensi stunting di wilayah Ringinarum yang pernah mencapai sekitar 10 persen. Selain itu, masih ditemukan pelayanan yang belum menjangkau seluruh sasaran serta edukasi pola asuh yang belum berkelanjutan.
“Kajekzi kami hadirkan untuk menjawab persoalan tersebut. Tujuannya menurunkan angka stunting sekaligus meningkatkan kapasitas kader kesehatan dalam pemetaan, monitoring, pelaksanaan, dan tindak lanjut intervensi gizi di masyarakat,” ujarnya.
Menurut dr Huda, setelah program berjalan, dampak yang dirasakan tidak hanya pada perbaikan status gizi balita, tetapi juga peningkatan pengetahuan keluarga hingga bertambahnya pendapatan keluarga penerima manfaat melalui berbagai program pemberdayaan yang terintegrasi dengan kegiatan kesehatan.
Sedangkan Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal, dr Anita Dianawati, menilai inovasi Kajekzi memiliki potensi besar untuk direplikasi di seluruh puskesmas di Kendal.
Menurutnya, program yang mulai dijalankan sejak 2023 tersebut dinilai telah memiliki dukungan sumber daya manusia dan anggaran yang memadai.
“Kajekzi memungkinkan diterapkan di seluruh puskesmas di Kendal. Secara SDM maupun anggaran sudah tersedia. Ke depan kami akan mendorong kolaborasi yang lebih kuat antara puskesmas, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan kader kesehatan agar manfaat program ini semakin luas,” kata dr Anita.
Penganugerahan penghargaan IDEA Jateng 2026 dijadwalkan berlangsung pada 26 Juni 2026 dalam rangkaian Pameran Produk Inovasi (PPI) yang diselenggarakan BRIDA Provinsi Jawa Tòòengah.
Penghargaan akan diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi kepada daerah-daerah yang berhasil masuk jajaran inovasi terbaik tingkat provinsi. (HS-06)


