in

Dewan Desak Realisasikan Pengembangan Wisata Pantai di Kota Semarang yang Belum Optimal

Ketua DPRD Kota Semarang, Kadarlusman saat menjaid narasumber dalam Dialog Interaktif Bersama DPRD Kota Semarang bertajuk Mengembangkan Potensi Wisata Pantai di Kota Semarang yang bertempat di Hotel Quest Plampitan Semarang, Kamis (18/6/2026).

HALO SEMARANG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang terus mendesak agar pemerintah segera merealisasi pengembangan wisata pantai di Kota Semarang sehingga menjadi magnet bagi kunjungan wisatawan. Mulai dari pembenahan infrastruktur pendukung objek wisata di kawasan pantai, akses jalan masuk menuju lokasi serta penambahan fasilitas maupun wahana destinasi yang bisa dinikmati pengunjung.

Dorongan itu disampaikan oleh Ketua DPRD Kota Semarang, Kadarlusman, saat menjadi narasumber Dialog Interaktif Bersama DPRD Kota Semarang dengan tajuk Mengembangkan Potensi Wisata Pantai di Kota Semarang” di Hotel Quest Plampitan, Kamis (18/6/2026).

Kadarlusman menekankan, bahwa dari beberapa pantai yang ada di Kota Semarang, sebagian besar dimiliki swasta atau pihak ketiga. Menurutnya, hanya Pantai Mangunharjo saja yang dimiliki Pemerintah Kota Semarang dan tiket masuknya gratis.

“Kalau pantai lainnya, pengunjung dikenakan tiket untuk masuk ke lokasi, seperti Pantai Marina, Pantai Tirang dan Pantai Maron,” ujarnya.

Sebenarnya, lanjutnya, antusias masyarakat terhadap keberadaan objek wisata pantai ini sangat tinggi.

“Misalnya, saat ini jumlah pengunjung di Pantai Mangunharjo, khususnya tiap akhir pekan, hari Sabtu dan Minggu sore, selalu ramai dipadati pengunjung. Dan dimanfaatkan pedagang menggelar dagangan di sepanjang menuju akses lokasi pantai, disisi lain memang tempat yang dipakai pedagang tidak boleh dibangun permanen,” imbuhnya.

Pilus, sapaan akrab Ketua DPRD Kota Semarang, juga mendukung desain pengembangan pantai Mangunharjo yang sudah dibuat oleh Bappeda.

“Bagus sekali jika akan dibenahi seperti desain yang telah ada, untuk memberikan fasilitas dan sarana wisata pantai kepada semua lapisan masyarakat. Memang Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Mangkang merupakan aset Provinsi Jawa Tengah, dan saat ini baru mendapatkan izin untuk menggunakannya, namun akan lebih baik lagi jika dihibahkan ke Pemerintah Kota Semarang. Sehingga kalau sertifikatnya sudah dialihkan atas nama Pemkot Semarang, akan lebih clear dan anggaran pengembangan wisata pantai bisa masuk ke sana. Sehingga realisasinya saja yang perlu didorong, agar keinginan masyarakat memiliki wisata pantai terwujud, memang sekarang ini ada tapi sebagian besar punya pihak ketiga,” papar Pilus.

“Kita mendorong dari dulu. Seperti, potensi di Mangunharjo dan Pantai Tapak Tugu, akses jalan keduanya sudah ada, tinggal nambahin wahana dan fasilitasnya. Kan tinggal diseriusi atau tidak. Saya minta pemerintah dapat mewujudkan wisata pantai yang diidamkan masyarakat, pemerintah harus cepat tanggap,” katanya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Indriyasari, menambahkan,
potensi wisata pantai besar. Namun juga banyak tantangan. Mulai dari aksesnya cukup sulit, pengoptimalan objeknya dan peran maayarakatnya sampai penguatan regulasi yang ada.
Disisi lain, ada investor yang mulai melirik seperti di kawasan Marina dengan POJ-nya.

“Disana ada sarana edukasi, kuliner dan wisata belanjanya, karena ada mal yang baru saja diresmikan dan hotel bintang empat juga akan dibangun disana,” katanya.

Sejumlah pantai lainnya, masih dipetakan potensi, pemanfaatan dan tantangan kedepan.

“Seperti Pantai Tirang, Maron, Mangunharjo. Dan kawasan Tanjung Emas yang tiap tahunnya ada puluhan kapal pesiar bersandar di sana. Ini meningktkan kunjungan wisatawan di Kota Semarang,” terang Iin.

Pihaknya perlu dukungan semua pihak, akademisi, dewan dan masyarakat untuk bergerak bersama.

“Sehingga tantangan yang cukup banyak bisa ditangani, seperti aspek lingkungan berupa abrasi, rob dan banjir, pengelolaan sampah, sampai akses menuju pantai tirang cukup sulit. Karena aset miliknya private, namun kami berupaya bersinergi dengan semua stake holder agar akses mudah dilalui pengunjung,” imbuhnya.

Sementara, Akademisi dari USM, Desika Nur Jannah mengatakan, peluang ekonomi dengan adanya pengembangan wisata pantai sebenarnya cukup besar. Tinggal mengkonsep pantai di kota Semarang sesuai dengan karakter pantai tersebut sehingga terus berkelanjutan.

“Misalnya dengan membuat seperti pariwisata minat khusus, seperti ekowisata, wisata mice bisa diaplikasikan untuk wisata pantai di Semarang mungkin bisa. Posisi pantai yang beda di Yogya, posisinya di bawah, dan ini terkenal dengan pasir coklat, dan berlumpur. Itu membuat kita semakin berpikir disini untuk dibuat pariwisata minat khusus,” paparnya.

“Selain wisata minat khusus, kecuali di pantai wisata Marina yang sudah lama juga kerjasama dengan investor yang masuk jadi akses jalan sudah bagus. Sedangkan pantai yang lain belum ada investor atau belum. Saya tidak tahu, tapi belum semaju Marina, di Maron, Mangunharjo memang butuh perhatian, khsususya infrastuktur jalan, kalau pantai yang bagus, tinggal penambahan destinasinya,” katanya. (HS-06)

Pemkab Raih WTP 10 Kali Berturut-Turut, Ketua DPRD Kendal : Sejumlah Aspek Masih Harus Dibenahi dan Dievaluasi

Pemprov Jateng-LPSK Pekuat Kerja Sama Perlindungan Saksi dan Korban