HALO SRAGEN – Ratusan warga Kelurahan Sragen Wetan, kembali menyemarakkan perayaan hari jadi Ke-280 Kabupaten Sragen, dengan mengikuti kegiatan gowes santai sejauh 7 kilometer, Minggu (14/6/2026).
Mereka juga mengadakan gelar budaya, yang berlangsung meriah di lingkungan kelurahan.
Kegiatan gowes santai, mengambil start dan finis di Kantor Kelurahan Sragen Wetan, diikuti perangkat kelurahan, para ketua RT dan RW, kader kesehatan, kader PKK, kader posyandu, serta warga setempat.
Tak sekadar berolahraga, gowes bersama ini menjadi ajang mempererat kebersamaan sekaligus mengajak masyarakat membudayakan pola hidup sehat dalam suasana yang guyub dan penuh keakraban.
Camat Sragen, Lukito Raharjo, mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, peringatan Hari Jadi Sragen tidak hanya menjadi momentum untuk bersuka cita, tetapi juga memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun lingkungan yang lebih maju dan harmonis.
“Kami berharap kegiatan seperti ini semakin menambah guyup rukun warga Sragen Wetan, sekaligus memotivasi masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan berbagai program pembangunan di tingkat kabupaten, kecamatan, dan kelurahan,” kata dia, seperti dirilis sragenkab.go.id.
Selain gowes, peserta juga disuguhi gelar budaya berupa penampilan Tari Rencong yang dibawakan warga Sragen Wetan.
Penampilan tersebut menambah semarak acara sekaligus menjadi wujud pelestarian seni budaya lokal yang terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda.
Lurah Sragen Wetan, Prima Adisurya, mengatakan perpaduan antara olahraga dan seni budaya sengaja dihadirkan agar peringatan Hari Jadi Sragen dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi pengingat pentingnya menjaga kesehatan sekaligus merawat kebersamaan di lingkungan sekitar.
“Melalui gowes bersama ini kami ingin mengajak masyarakat menerapkan pola hidup sehat. Di sisi lain, kegiatan seperti ini juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat rasa kebersamaan warga Sragen Wetan,” kata dia. (HS-08)


