in

Ratusan Pelari Ikuti Run To Geopark Klaten #2, Runner Asal Colombia : Trek yang Ditempuh Cukup Menantang

Pelari menempuh track di Gunung Pendul, dalam event Run To Geopark Klaten #2, yang digelar di kawasan Geopark Klaten. (Foto : klatenkab.go.id)

 

 

HALO KLATEN – Ratusan pelari dari berbagai daerah dan luar negeri, ikut ambil bagian dalam event trail running bertajuk Run To Geopark Klaten, Minggu (14/6/2026), dengan start dan finish di objek wisata Watu Prau, Desa Gunung Gajah, Kecamatan Bayat.

Terdapat dua ketegori yang digelar dapat dipilih oleh para peserta, yaitu 8 kilometer dan 15 kilometer.

Sedari start, peserta sudah disuguhkan tanjakan terjal dengan tingkat kemiringan hingga 60 derajat.

Hujan yang mengguyur wilayah Klaten sejak Jumat dan Sabtu (12-13/6/2026), membuat trek Run To Geopark volume 2 ini kian menantang.

Namun semangat pelari tak surut, apalagi saat disuguhkan pemandangan elok di puncak bukit Gunung Pendul.

Sementara, trek batu di kawah putih juga berkesan bagi beberapa pelari dari luar Klaten.

Daniel, pelari asal Colombia yang telah lama tinggal di Indonesia ini mengaku terkesan dengan keragaman trek di kawasan perbukitan Bayat ini.

Ia mengaku sudah menjajal trek trail run di beberapa daerah di Indonesia, namun trek di Bayat ini, menurutnya tak kalah menantang.

“Saya menikmati event ini, trek yang ditempuh cukup menantang. Lumayan licin karena hujan, tapi tetap aman. Tahun depan mau coba lagi di sini,” ungkap pelari kategori 15 km ini.

Tidak hanya pelari dewasa, event ini juga diikuti sejumlah runner yang berusia belia, Ali salah satunya.

Pelari 10 tahun asal Kalikebo, Trucuk ini mengaku sudah kedua kalinya mengikuti Run To Geopark Klaten ini.

Di event tahun ini pun, Ali berhasil menjadi salah satu pelari kategori 8K yang berhasil finish di awal waktu.

“Persiapannya hanya latihan seperti biasa di klub lari. Ini kedua kalinya saya ikut event trail run,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismotyo menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan Run To Geopark Klaten yang kedua.

Menurutntya event ini menegaskan potensi Klaten sebagai destinasi wisata yang layak diperhitungkan dalam skala nasional dan internasional, khususnya sport tourism.

“Alhamdulillah ini merupakan event yang luar biasa, bukan hanya untuk berolahraga namun juga mengenalkan potensi yang ada di geopark yang ada di Klaten. Di mana Klaten ini ternyata sumber daya alamnya sangat luar biasa, mulai dari kawasan Merapi, Rowo Jombor, hingga di selatan ada (Desa) Gunung Gajah dengan Watu Prau dan Bukit Cinta, yang juga merupakan tanah tua atau memiliki nilai peninggalan sejarah geologi,” ungkapnya.

Menurutnya, kawasan geopark yang ada di Bayat ini akan menjadi salah satu destinasi wisata unggulan.

“Dengan adanya event ini, semakin melengkapi pesona dari kawasan geopark. Harapan kita bersama, ini menjadi event tahunan yang akan ditunggu-tunggu Masyarakat,” paparnya. (HS-08)
 

Resmikan Gebyar Kawasan Perdesaan Wikabalung 2026, Wabup Banyumas : Majukan Pariwisata Desa

Agustina Wilujeng: Kota Maju Harus Punya Akar Budaya yang Kuat