in

Sambut Biksu Thudong di Sragen, Bupati Ingatkan Esensi Toleransi dan Bhinneka Tunggal Ika

Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, menyambut hangat kedatangan rombongan biksu, yang menjalani ritual jalan kaki atau thudong melintasi wilayah Kabupaten Sragen, Sabtu (23/5/2026). (Foto : sragenkab.go.id)

 

HALO SRAGEN – Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, menyambut hangat kedatangan rombongan biksu, yang menjalani ritual jalan kaki atau thudong melintasi wilayah Kabupaten Sragen, Sabtu (23/5/2026).

Dalam sambutannya, Sigit menegaskan pemerintah daerah merasa terhormat dapat menjadi bagian dari rute perjalanan spiritual yang sarat nilai sejarah tersebut.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan momen langka itu sebagai sarana pembelajaran bersama dalam merawat perdamaian dan toleransi.

“Ini bukan perjalanan biasa, ini adalah sebuah ziarah spiritual yang mengingatkan kita semua bahwa kedamaian sejati tidak dicapai dengan tergesa-gesa,” kata Sigit Pamungkas, seperti dirilis sragenkab.go.id.

Menurut dia, semangat para biksu dalam mencari kebenaran selaras dengan nilai pencarian manusia purba di Sangiran, Sragen.

Di tengah dinamika dunia modern yang semakin bising dan individualistis, kehadiran para biksu dinilai menjadi pengingat penting tentang makna kesederhanaan.

Bupati Sragen juga menyoroti antusiasme warga yang menyambut para biksu dengan tangan terbuka tanpa memandang perbedaan.

Ia menilai aksi gotong royong masyarakat yang memberikan air minum dan tempat istirahat merupakan potret nyata semangat Bhinneka Tunggal Ika.

“Perbedaan suku maupun agama di Indonesia bukan untuk dipertentangkan, melainkan untuk saling melengkapi,” katanya.

Lebih lanjut, Sigit melihat adanya benang merah antara esensi ritual thudong dengan filosofi arsitektur Candi Borobudur sebagai tujuan akhir perjalanan para biksu.

Struktur Borobudur, menurutnya, mengajarkan manusia tentang tahapan kehidupan batin, pengendalian hawa nafsu, hingga proses menuju kesadaran penuh.

Nilai-nilai tersebut, lanjut dia, tercermin dalam relief-relief candi yang mengajarkan pentingnya kerendahan hati dan kesabaran dalam menjalani kehidupan.

Pemerintah Kabupaten Sragen, kata Sigit, akan terus mendukung kegiatan keagamaan dan kebudayaan yang mampu memperkuat persatuan nasional.

Ia meyakini pembangunan fisik daerah harus berjalan beriringan dengan pembangunan mental dan spiritual masyarakat agar tidak kehilangan arah.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI, Polri, panitia, dan relawan yang turut menjaga keamanan serta kelancaran kegiatan.

Mengakhiri sambutannya, Bupati mendoakan seluruh biksu senantiasa diberi kesehatan, keselamatan, dan kekuatan batin hingga tiba di tempat tujuan.

Ia berharap perayaan Hari Raya Waisak tahun ini dapat menyebarkan pesan kedamaian, kebahagiaan, dan pencerahan bagi seluruh umat manusia.

“Selamat melanjutkan perjalanan, deraka hayu toleransi, deraka hayu kerukunan, deraka hayu Indonesia. Selamat Hari Waisak,” kata dia. (HS-08)

 

 

3.000 Tiket Ludes, Senam Sehat Peringati Hari Jadi Ke-280 Sragen Dipadati Warga