in

Soft Opening 23 Semarang Shopping Centre Diserbu Pengunjung, Hadirkan Destinasi Gaya Hidup Baru di Kota Semarang

Sejumlah anak menikmati wahana permainan di area Frozen Fall di 23 Semarang Shopping, Sabtu (23/5/2026).

HALO SEMARANG – Pembukaan perdana 23 Semarang Shopping Centre di kawasan Pearl of Java (POJ) City, Jalan Puri Anjasmoro, Semarang, Sabtu (23/5/2026), disambut antusias masyarakat. Sejak siang hingga sore hari, pengunjung tampak silih berganti memadati pusat perbelanjaan baru tersebut.

Antrean pengunjung terlihat di sejumlah tenant yang sudah mulai beroperasi, mulai dari tenant kuliner, fashion, lifestyle, brand olahraga global, hingga wahana hiburan dan permainan anak.

Director & CFO Paradise Indonesia, Surina mengatakan, 23 Semarang Shopping Centre hadir sebagai destinasi gaya hidup baru di Kota Semarang. Melalui proyek tersebut, PT Indonesian Paradise Property bersama anak perusahaannya resmi memulai operasional perdana kawasan mixed-use modern tersebut.

“Kami melakukan operasional perdana untuk menjadi destinasi terbaru dan gaya hidup baru di Semarang,” ujar Surina.

Ia menjelaskan, Semarang dipilih karena dinilai sebagai salah satu kota dengan pertumbuhan ekonomi, transformasi urban, dan potensi pasar paling menjanjikan di Indonesia saat ini.

“Perkembangan kota yang sangat dinamis serta meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap destinasi gaya hidup modern menjadi alasan utama Paradise Indonesia memilih Semarang sebagai bagian penting dari ekspansi portofolio kami,” katanya.

Menurut Surina, sebuah proyek properti tidak hanya sekadar bangunan fisik, melainkan harus mampu menciptakan koneksi dengan budaya kota dan gaya hidup masyarakat modern.

“Semarang kami lihat memiliki pertumbuhan kota yang positif, perkembangan ekonomi yang baik, dan masyarakat yang terbuka terhadap pengalaman gaya hidup baru,” ujarnya.

23 Semarang Shopping Centre sendiri dikonsep sebagai mixed-use lifestyle retail destination dengan luas pengembangan mencapai 65 ribu meter persegi.

Kawasan tersebut mengintegrasikan pengalaman belanja modern, ruang sosial, hiburan keluarga, creative community hub, hingga konsep experiential retail yang dirancang untuk menghadirkan pengalaman urban berbeda di Kota Semarang.

Saat ini, terdapat sekitar 180 tenant nasional maupun internasional yang mengisi pusat perbelanjaan tersebut. Sejumlah brand ternama yang hadir di antaranya Pop Mart, Chagee, HOKA, Under Armour, Salomon, ChaTraMue, hingga flagship store terbesar di Jawa Tengah untuk brand NIKE, Adidas, dan Columbia. Selain itu, tersedia pula Timezone dan Eateria food court.

Surina menegaskan, 23 Semarang Shopping Centre tidak hanya ditujukan sebagai pusat perbelanjaan, tetapi juga diharapkan menjadi katalisator ekonomi baru bagi Kota Semarang dan Jawa Tengah.

Menurutnya, kehadiran pusat lifestyle tersebut berpotensi memberikan efek berganda terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, mulai dari penciptaan ribuan lapangan kerja baru, penguatan sektor perdagangan dan jasa, dukungan terhadap UMKM lokal, hingga peningkatan daya tarik investasi di Semarang Barat.

“Sampai penguatan daya tarik investasi Kota Semarang sebagai pusat ekonomi dan lifestyle destination baru di Jawa Tengah,” ungkapnya.

Sementara itu, General Manager 23 Semarang Shopping Centre, Dian Widiyanti mengatakan, mall tersebut diharapkan tidak hanya menjadi destinasi belanja baru, tetapi juga pusat aktivitas masyarakat dan ruang berkumpul komunitas.

Berbeda dengan pusat perbelanjaan lain yang berada di tengah kota, 23 Semarang Shopping Centre mengusung konsep eco nature dengan menghadirkan suasana terbuka dan panorama alam.

“Pengunjung bisa melihat Gunung Ungaran dan pesawat yang sedang take off dari sini,” katanya.

Selain menyediakan ruang terbuka untuk interaksi masyarakat dan komunitas, pusat perbelanjaan empat lantai itu juga dilengkapi area food court di lantai dua dengan pilihan makanan halal dan non-halal.

Dian menambahkan, mall tersebut juga dirancang dengan konsep ramah lingkungan dan mengedepankan efisiensi energi.

“Mall ini tidak hanya dirancang untuk memenuhi kebutuhan konsumen modern, tetapi juga mengedepankan nilai keberlanjutan. Kami berharap bisa menjadi percontohan pembangunan komersial masa depan di Semarang,” pungkasnya.(HS)

FISIP Undip Gelar Bedah Buku, Mohammad Saleh Tekankan Pentingnya Menjembatani Teori dan Praktik Politik

Serunya Anak-Anak TK Saat Melihat Langsung Helikopter Mendarat di “Curug 1000 Paralayang”