in

Terima Perwakilan Gereja Mawar Sharon, Nasaruddin Umar Sebut Kemenag Rumah bagi Semua Agama

Menteri Agama Nasaruddin Umar menerima Audiensi Pastor Philip Mantofa, perwakilan dari Gereja Mawar Sharon. Hadir pula Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Dirjen Bimas) Kristen, Jeane Marie Tulung. (Foto : kemenag.go.id)

 

HALO SEMARANG – Menteri Agama Nasaruddin Umar, menegaskan bahwa transformasi pelayanan yang dirasakan oleh masyarakat merupakan manifestasi dari tugas pokok dan fungsi dasar Kementerian Agama.

Ia menggarisbawahi bahwa Kemenag, memikul mandat konstitusional untuk mengayomi seluruh warga negara tanpa terkecuali.

Hal tersebut dia sampaikan saat menerima audiensi dari perwakilan Gereja Mawar Sharon, Pastor Philip Mantofa, di Kantor Kementerian Agama, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, pada Selasa (19/5/2026).

“Apresiasi ini menjadi penambah semangat bagi kami. Namun perlu kami tekankan, inilah esensi dari Kementerian Agama. Kami hadir bukan hanya untuk melayani satu agama saja, melainkan menjadi rumah bersama yang mengayomi seluruh agama di Indonesia,” kata Menag, seperti dirilis kemenag.go.id.

Pastor Philip Mantofa menyampaikan apresiasi atas kinerja Kementerian Agama yang dinilai konsisten dan proaktif dalam merawat keharmonisan bangsa.

Didampingi Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Dirjen Bimas) Kristen, Jeane Marie Tulung, Pastor Philip memuji peningkatan signifikan kualitas pelayanan Kemenag, khususnya bagi umat Kristen.

“Kami sangat merasakan kehadiran negara. Di bawah kepemimpinan Kementerian Agama saat ini, pelayanan terhadap umat Kristen semakin hari semakin baik. Kami melihat adanya kemudahan dalam beribadah, serta peningkatan nyata dalam penyaluran bantuan untuk rumah ibadah maupun pembinaan umat,” ujar Pastor Philip.

Ia berharap capaian positif ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan di masa mendatang.

Menag Nasaruddin Umar mengajak seluruh tokoh agama untuk tidak lelah menggaungkan pesan-pesan perdamaian dan toleransi di tengah masyarakat.

Menurutnya, keberagaman yang dimiliki Indonesia adalah sebuah keniscayaan yang harus dirayakan dengan sikap saling menghormati.

“Perbedaan adalah hal yang wajar dan merupakan kekayaan bangsa kita. Kuncinya adalah bagaimana kita menerima dan menghargai perbedaan tersebut. Nilai-nilai inklusif seperti ini yang harus terus kita gaungkan secara masif kepada masyarakat demi menjaga kondusivitas bangsa,” lanjutnya.

Pastor Philip Mantofa juga menyampaikan rencana Gereja Mawar Sharon yang akan menggelar konferensi dan seminar keagamaan dalam waktu dekat di Jakarta.

Kegiatan ini dirancang untuk memperteguh keimanan sekaligus memperkuat peran aktif umat dalam kehidupan berbangsa.

Menag menyambut baik rencana tersebut dan menyatakan dukungannya. Ia memastikan Kemenag akan terus mengawal hak konstitusional setiap warga negara dalam menjalankan ibadah dan kegiatan keagamaan.

“Kami tentu mendukung. Pemerintah, khususnya melalui Kementerian Agama, akan terus menjamin kebebasan serta mendukung aktivitas keagamaan yang membawa dampak positif, damai, dan maslahat bagi kehidupan masyarakat luas,” kata Menag. (HS-08)

 

 

Regulasi Tak Cukup Cegah Kekerasan Seksual, Perlu Perubahan Budaya

Penugasan di Sekolah Negeri Berakhir Desember, Anggota DPR Tegaskan Guru Tuntut Diangkat Jadi ASN secara Penuh