HALO KENDAL – Pemerintah Kabupaten Kendal melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida), beberapa waktu lalu menggelar Rapat Koordinasi Tim Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah Tahun 2026 dengan tema “Pertumbuhan Ekonomi dan Isu Global yang Mempengaruhi Perekonomian Kendal”, di Ruang Ngesti Widhi Setda Kendal.
Kegiatan ini dihadiri seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Kendal, Forkopimda, instansi vertikal, akademisi, serta insan media di Kendal. Kegiatan dibuka oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Kendal, Wiwit Andariyono mewakili Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kendal.
Dalam sambutannya, Wiwit Andariyono menegaskan, bahwa capaian ekonomi Kabupaten Kendal yang terus tumbuh tinggi harus diimbangi dengan langkah strategis dan kolaboratif, agar mampu bertahan di tengah tantangan global yang dinamis.
“Pertumbuhan ekonomi Kendal yang tinggi harus mampu memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat. Karena itu diperlukan sinergi seluruh pihak agar target pertumbuhan ekonomi tahun 2026 sebesar delapan persen dapat tercapai sesuai dengan harapan,” ujarnya.
Rakor dipandu oleh Kepala Bapperida Kabupaten Kendal, Izzuddin Latif sebagai moderator. Sementara narasumber utama. adalah Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kendal, Ade Sandi, yang memaparkan potret ekonomi Kabupaten Kendal terkini beserta berbagai tantangan global yang berpotensi mempengaruhi perekonomian daerah.
Dalam paparannya, Ade Sandi menyampaikan, ekonomi Kabupaten Kendal tahun 2025 tumbuh sebesar 7,99 persen, tertinggi di Jawa Tengah. Dari sisi lapangan usaha, struktur ekonomi Kendal masih didominasi industri manufaktur sebesar 42,03 persen, disusul sektor pertanian 17,27 persen, perdagangan 12,04 persen, dan konstruksi 7,60 persen.
“Sementara dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga menjadi kontributor terbesar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dengan kontribusi 56,49 persen, diikuti Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 30,18 persen. Tingginya PMTB menunjukkan aktivitas Investasi dan pembangunan fisik di Kabupaten Kendal terus meningkat secara signifikan,” jelasnya.
Ade Sandi juga menjelaskan, bahwa Kendal menjadi salah satu daerah dengan capaian investasi tertinggi di Jawa Tengah.
Dirinya merinci, pada tahun 2024, realisasi investasi mencapai Rp 14,21 triliun dan meningkat tajam pada tahun 2025 menjadi Rp 25,86 triliun. Sementara hingga Triwulan I tahun 2026, nilai investasi telah mencapai Rp 3,61 triliun dan menempatkan Kendal sebagai daerah dengan investasi tertinggi kedua di Jawa Tengah setelah Kabupaten Batang sebesar Rp3,88 triliun.
“Investasi yang terus meningkat menjadi modal penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Namun tantangan global seperti demikian, perlambatan ekonomi dunia, geopolitik internasional, inflasi global, dan dinamika perdagangan ekspor-impor juga harus menjadi perhatian bersama,” ungkap Ade Sandi.
la menambahkan Pemkab Kendal perlu menyiapkan strategi yang matang dan adaptif agar target pertumbuhan ekonomi sebesar delapan persen pada tahun 2026 dapat tercapai secara berkelanjutan dan berkualitas.
“Trmasuk mendorong peningkatan daya beli masyarakat, penyerapan tenaga kerja, penguatan UMKM, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia,” imbuh Ade Sandi.
Di akhir kegiatan, ia juga melakukan. sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 yang akan dilaksanakan mulai 1 Juni hingga 31 Agustus 2026.
“Dalam pelaksanaannya, BPS Kabupaten Kendal akan melibatkan sebanyak 949 petugas lapangan untuk mendata seluruh aktivitas usaha di Kabupaten Kendal,” kata Ade Sandi.
la berharap, melalui sensus tersebut akan tersedia data ekonomi yang akurat dan komprehensif sebagai dasar perumusan. kebijakan pembangunan daerah ke depan.
Kegiatan rakor ditutup dengan sesi diskusi interaktif antara peserta dan narasumber terkait strategi percepatan pertumbuhan. ekonomi daerah, penguatan investasi, mitigasi dampak isu global, serta langkah konkret meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Kendal.(HS)


