in

Kampung KB Urip Rejo Kuripan Yosorejo Kota Pekalongan Raih Juara Dua Tingkat Jawa Tengah

Foto : pekalongankota.go.id

 

HALO PEKALONGAN – Prestasi membanggakan kembali diraih Kota Pekalongan dalam pengembangan Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB). Kampung KB Urip Rejo Kelurahan Kuripan Yosorejo berhasil meraih Juara Dua Evaluasi Kampung Keluarga Berkualitas Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026, bersaing dengan 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah.

Sekretaris Dinsos-P2KB Kota Pekalongan, Nur Agustina, baru-baru ini mengungkapkan bahwa keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kota Pekalongan dalam mengintegrasikan berbagai program pembangunan berbasis keluarga di tingkat kelurahan.

Menurutnya, Kampung Keluarga Berkualitas di Kota Pekalongan sebenarnya sudah dirintis sejak lama. Namun pada tahun 2024, seluruh kelurahan mulai didorong untuk mengimplementasikan program tersebut secara menyeluruh dengan mengintegrasikan berbagai program lintas sektor, termasuk Kelurahan Ramah Perempuan dan Peduli Anak (KRPPA), Kelurahan Pelangi, Desa Cantik, serta program-program strategis OPD lainnya.

“Sebetulnya Kampung Keluarga Berkualitas itu adalah integrasi program di tingkat kelurahan agar percepatan pembangunan dan intervensi program-program pemerintah bisa berjalan lebih sinergis dan kolaboratif. Jadi semua program yang diamanatkan kementerian melalui OPD di Kota Pekalongan diupayakan bisa berjalan bersama di tingkat kelurahan,” kata Nur Agustina, seperti dirilis pekalongankota.go.id.

Ia menjelaskan, pada tahun 2024 pihaknya melakukan evaluasi periodik terhadap seluruh Kampung Keluarga Berkualitas di 27 kelurahan se-Kota Pekalongan.

Dari hasil evaluasi tersebut ditetapkan tiga kelurahan terbaik, yakni Kelurahan Jenggot sebagai juara pertama melalui Kampung KB Mandiri, Kelurahan Kuripan Yosorejo sebagai juara kedua, dan Kelurahan Podosugih sebagai juara ketiga.

Ketiga pemenang tersebut kemudian diproyeksikan untuk mengikuti evaluasi tingkat Provinsi Jawa Tengah secara bergiliran selama tiga tahun.

Pada tahun 2025, Kelurahan Jenggot lebih dahulu mewakili Kota Pekalongan dan berhasil meraih Juara Satu tingkat provinsi serta melaju ke tingkat nasional dengan capaian Juara Harapan Satu kategori kota.

“Tahun 2026 ini giliran Kelurahan Kuripan Yosorejo yang kami ajukan mewakili Kota Pekalongan di tingkat provinsi. Proses evaluasi kemarin dilakukan secara online dan dipersiapkan bersama kader Pokja Kampung KB serta OPD terkait. Alhamdulillah hasilnya Kampung KB Kuripan Yosorejo berhasil meraih peringkat dua tingkat Jawa Tengah,” ujarnya.

Berdasarkan hasil penilaian, peringkat pertama diraih Kota Semarang, posisi kedua Kota Pekalongan, dan peringkat ketiga Kota Surakarta. Capaian tersebut dinilai sangat membanggakan mengingat persaingan yang cukup ketat antar daerah di Jawa Tengah.

Agustin menilai keberhasilan tersebut merupakan prestasi luar biasa bagi Kota Pekalongan. Terlebih, Kota Pekalongan mampu bersaing dengan kota-kota besar seperti Semarang dan Surakarta yang memiliki fasilitas lebih memadai.

“Kalau menurut kami ini luar biasa. Dari 35 kabupaten/kota dan tujuh kota di Jawa Tengah, Kota Pekalongan bisa berada di posisi kedua. Pendampingan dan paparan yang dilakukan tim kemarin sebenarnya sudah sangat baik,” katanya.

Meski demikian, pihaknya mengakui masih terdapat beberapa aspek yang perlu diperkuat, salah satunya terkait capaian penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) di wilayah Kuripan Yosorejo yang masih relatif rendah.

Ia menjelaskan, sebagian besar peserta KB di wilayah tersebut masih menggunakan metode non-MKJP seperti suntik dan pil.

Padahal, penggunaan kontrasepsi jangka panjang seperti IUD, implan, MOW maupun MOP menjadi salah satu indikator penting dalam penilaian Kampung Keluarga Berkualitas.

“Target MKJP di sana masih sekitar 20 persen dan memang belum maksimal. Ini menjadi tantangan tersendiri karena di wilayah selatan Kota Pekalongan persoalan KB cukup krusial akibat budaya patriarki yang masih cukup kuat,” jelasnya.

Menurutnya, masih banyak masyarakat yang memiliki keterbatasan pemahaman terkait metode kontrasepsi jangka panjang. Sebagian menganggap penggunaan MKJP lebih berisiko atau berbahaya sehingga kurang diminati.

Oleh karena itu, pihaknya mendorong para Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) untuk terus melakukan edukasi dan advokasi secara intensif kepada masyarakat agar pemahaman terkait pentingnya penggunaan MKJP semakin meningkat.

Selain itu, Agustin menyebutkan bahwa saat ini seluruh kelurahan di Kota Pekalongan telah terbentuk Kampung Keluarga Berkualitas. Sebanyak 27 kelurahan bergerak bersama menjalankan berbagai program terpadu demi meningkatkan kualitas keluarga dan kesejahteraan masyarakat.

“Dulu memang hanya beberapa kelurahan yang menjadi percontohan, tapi sekarang seluruh kelurahan sudah bergerak bersama. Kami melakukan evaluasi secara periodik setiap tahun untuk melihat perkembangan masing-masing Kampung KB,” imbuhnya.

Ia menambahkan, untuk tahun 2027 mendatang, Kelurahan Podosugih dijadwalkan menjadi wakil Kota Pekalongan dalam evaluasi Kampung Keluarga Berkualitas tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Hal tersebut karena kelurahan yang telah meraih juara tidak diperbolehkan mengikuti kompetisi kembali.

“Dengan capaian tersebut, kami berharap keberadaan Kampung Keluarga Berkualitas tidak hanya menjadi ajang kompetisi semata, namun benar-benar mampu menjadi wadah integrasi program pembangunan yang berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat di tingkat kelurahan,” kata dia. (HS-08)

 

 

Apresiasi Workshop Undip Bersama Petani Milineal, BRIN Siap Dukung Peningkatan Mutu Kelengkeng Khas Batang

Ziarah Tokoh Pendiri Jadi Pembuka Rangkaian Hari Jadi Ke-425 Kabupaten Tegal