HALO SRAGEN – Bupati Sragen Sigit Pamungkas mengajak siswa SMK menjadi generasi perintis, yang mampu menghadapi tantangan zaman dengan keterampilan dan karakter kuat.
Hal itu disampaikan Bupati Sragen Sigit Pamungkas, saat memimpin apel di Halaman SMK Negeri 1 Sambirejo, Senin (11/5/2026).
Apel diikuti seluruh pelajar dan guru serta dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sragen, Purwanti.
Seusai apel, Bupati Sigit melanjutkan kegiatan “Bupati Mengajar” di aula sekolah dan meninjau sejumlah workshop jurusan.
Di hadapan para siswa, Bupati Sigit menyebut generasi muda Sragen sebagai penerus sejarah besar Kabupaten Sragen yang dikenal sebagai “The Land of Java Man”.
Ia meminta para pelajar menyadari bahwa mereka merupakan masa depan daerah dan bangsa.
“Anak-anakku, kalian bukan sekadar teman sekelas atau teman satu almamater. Kalian adalah masa depan Sragen, masa depan Indonesia,” kata Bupati, seperti dirilis sragenkab.go.id.
Menurutnya, Sragen merupakan tanah yang memiliki sejarah panjang peradaban manusia sejak zaman manusia purba di Sangiran hingga masa perjuangan Pangeran Mangkubumi.
Ia mengatakan semangat para perintis tersebut harus diwarisi generasi muda saat ini.
“Java man belajar membuat kapak batu sebagai skill pertama manusia. Semangat perintis itu harus hidup dalam diri kalian hari ini,” ujarnya.
Bupati Sigit menegaskan siswa SMK harus terus mengasah kemampuan sesuai bidang masing-masing, mulai dari otomotif, komunikasi visual hingga fashion.
Namun, dia mengingatkan keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh keterampilan teknis.
“Skill itu penting, tetapi yang lebih penting adalah etiket, sikap, perilaku, disiplin, integritas, dan kerja keras. Itu yang menentukan seseorang bisa bertahan dan berhasil di kehidupan,” jelas Bupati.
Dalam kesempatan itu, Bupati Sigit juga menyampaikan pemerintah hadir untuk mendukung masa depan generasi muda melalui berbagai program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Sragen bekerja untuk rakyat. Jalan rusak diperbaiki agar kalian aman berangkat sekolah, rumah tidak layak huni dibedah agar kalian bisa belajar dengan nyaman, beasiswa kuliah diberikan agar kalian bisa mengejar mimpi lebih tinggi,” ungkapnya.
Ia turut menyebut program kredit bunga nol persen hingga fasilitasi kerja ke luar negeri sebagai bentuk dukungan pemerintah agar anak muda Sragen memiliki kesempatan berkembang lebih luas.
Selain memberikan motivasi, Bupati Sigit juga membagikan perjalanan hidupnya yang berasal dari keluarga sederhana hingga menempuh pendidikan di Universitas Gadjah Mada dan bekerja di sejumlah lembaga negara sebelum akhirnya kembali ke Sragen untuk mengabdi sebagai bupati.
Ia berharap kisah tersebut dapat menjadi inspirasi bagi para siswa agar terus berjuang meraih cita-cita dan mampu menghadapi tantangan sosial di era sekarang.
“Bukan tentang dari mana kalian berasal, tetapi ke mana kalian akan melangkah. Masa depan ditulis di tangan kalian sendiri,” kata dia. (HS-08)


