in

Pemerintah Hendak Hapus Prodi Keguruan, Wakil Ketua Komisi X DPR Sebut Langkah Mundur dan Berbahaya

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, MY Esti Wijayanti. (Foto: dpr.go.id)

 

HALO SEMARANG – Keinginan Pemerintah RI untuk menghapus Program Studi (Prodi) Keguruan di perguruan tinggi, mendapat sorotan tajam dari parlemen.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, MY Esti Wijayanti, secara terbuka menyuarakan penolakan total terhadap wacana penghapusan itu.

Esti menilai, wacana yang sempat diapungkan kementerian terkait tersebut, sebagai langkah mundur yang sangat berbahaya, di tengah fakta bahwa Indonesia, khususnya daerah terpencil, justru sedang mengalami krisis kekurangan guru yang akut.

“Dalam peringatan Hardiknas ini, kami menyuarakan tolak penghapusan Prodi Keguruan,” tegas Esti Wijayanti, di Jakarta, belum lama ini.

Legislator dari Dapil Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ini, menanggapi serius wacana yang sebelumnya dikabarkan datang dari pihak Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek), yang menganggap Prodi Keguruan tidak relevan dengan kebutuhan industri.

Esti meminta pemerintah segera mengkaji ulang wacana tersebut secara mendalam dan realistis.

“Kami meminta agar wacana penghapusan Prodi Keguruan dipertimbangkan kembali dan dikaji lebih mendalam. Karena faktanya banyak daerah terpencil masih banyak kekurangan guru,” kata pimpinan Komisi X, yang membidangi pendidikan ini, seperti dirilis dpr.go.id.

Menurut Esti, keberadaan Prodi Keguruan justru sangat krusial. Guru adalah fondasi utama, untuk mencetak generasi bangsa yang berkualitas.

Ia mengingatkan bahwa kualitas pembelajaran bermula dari tangan-tangan guru yang terdidik.

Alih-alih menghapusnya, pemerintah seharusnya fokus pada penguatan kualitas dan kesejahteraan guru.

“Pendidikan bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi momentum untuk memastikan bahwa Negara benar-benar hadir bagi seluruh anak bangsa. Dari tangan para guru, masa depan generasi bangsa dibentuk,” kata Politisi Fraksi PDI Perjuangan itu.

Terpisah, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengatakan penataan prodi memastikan substansi prodi relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan zaman.

“Terkait dengan program studi ya, alih-alih kita menutup program studi, program studi ini justru kita kembangkan. Dalam artian apa? Dalam artian program studi kita dorong ya untuk terus melakukan update pengetahuan yang diajarkan,” ujar Brian di Graha Kemdiktisaintek Gedung D, Senayan, Jakarta, Rabu (29/4/2026). (HS-08)

 

Program Tali Asih Buat Penghafal Al-Qur’an Pemprov Jateng Menuai Banyak Manfaat

Anak-Anak di Pulau Kecil Punya Hak Sama untuk Dapatkan Akses Pendidikan Layak