HALO SEMARANG – Kecelakaan kereta api di lintasan rel kawasan Stasiun Bekasi Timur, yang melibatkan rangkaian KRL, sebuah taksi, dan kereta api jarak jauh Argo Bromo, menuai sorotan DPR RI.
Anggota Komisi V DPR RI Sofwan Dedy Ardyanto menegaskan penanganan korban harus dilakukan secara maksimal dan investigasi menyeluruh harus menjadi prioritas utama, agar penyebab insiden dapat diungkap secara tuntas dan kejadian serupa tidak terulang.
Selain menyampaikan duka cita mendalam, Sofwan Dedy Ardyanto juga meminta seluruh pemangku kepentingan memberi perhatian penuh terhadap penanganan korban, khususnya mereka yang masih menjalani perawatan di rumah sakit.
“Dalam situasi darurat, tidak boleh ada hambatan, termasuk faktor administrasi. Penanganan medis harus menjadi prioritas utama, termasuk kemudahan pembiayaan melalui asuransi,” ujar Sofwan, Selasa (28/4/2026), seperti dirilis dpr.go.id.
Legislator Fraksi PDI Perjuangan itu menegaskan, keselamatan penumpang dan masyarakat harus ditempatkan sebagai prioritas utama, dalam setiap penanganan kecelakaan transportasi.
Menurutnya, negara harus hadir memastikan seluruh korban memperoleh penanganan medis yang cepat, layak, dan tanpa hambatan birokrasi.
Selain penanganan korban, Sofwan mendesak Kementerian Perhubungan bersama Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), segera melakukan investigasi menyeluruh guna mengungkap penyebab kecelakaan.
Ia menilai insiden tersebut harus menjadi momentum evaluasi total terhadap sistem keselamatan perkeretaapian, khususnya di lintasan padat yang dilalui kereta komuter dan kereta jarak jauh secara bersamaan.
Menurut Sofwan, investigasi harus menelusuri secara detail pemicu kecelakaan beruntun yang melibatkan KRL, kendaraan taksi, dan KA Argo Bromo.
Evaluasi juga perlu menyasar sistem mitigasi kecelakaan, pola pengawasan di lapangan, serta efektivitas sistem monitoring pada jalur padat.
“Perlu dijawab bagaimana sistem monitoring maupun petugas di lapangan bisa gagal mendeteksi atau mengantisipasi laju KA Argo Bromo hingga menabrak rangkaian KRL yang sedang berhenti,” tegas Politisi asal Dapil Jawa Tengah VI itu.
Sofwan juga meminta investigasi terhadap laporan masyarakat terkait dugaan gangguan teknis pada armada taksi yang terlibat dalam insiden tersebut. Hal itu dinilai penting untuk memastikan apakah kendaraan tersebut mengalami kendala teknis hingga berhenti di tengah perlintasan rel.
Ia menambahkan, seluruh kemungkinan penyebab harus dibuka secara transparan, termasuk bila diperlukan melalui inspeksi menyeluruh terhadap armada transportasi terkait.
Menurutnya, keterbukaan hasil investigasi penting sebagai bahan evaluasi agar standar keselamatan transportasi publik dapat diperkuat.
“Seluruh kemungkinan penyebab harus dibuka secara transparan sebagai bahan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang,” kata dia.
Sebelumnya, dalam rilis dari PT KAI, disebutkan kereta rel listrik dengan nomor PLB 5568A tertemper kereta Argo Bromo Anggrek.
“PT KAI bersama pihak kepolisian tengah melakukan proses evakuasi terhadap rangkaian kereta serta penanganan korban di lokasi kejadian. Kami berupaya semaksimal mungkin agar operasional perjalanan kereta api dapat segera kembali normal,” ujar Manager Humas KAI Daop1 Jakarta, Franoto Wibowo.
Selain pihak kepolisian, evakuasi juga dilakukan tim Basarnas, Polri, Palang Merah Indonesia, dan berbagai unsur lain.
KAI memastikan petugas di lapangan telah bergerak cepat untuk melakukan penanganan dan pengamanan lokasi, serta berkoordinasi dengan pihak terkait guna mempercepat proses evakuasi dan pemulihan perjalanan.
Sebagai langkah pengamanan, aliran listrik aliran atas (LAA) pada lintas Cibitung-Bekasi Timur dan emplasemen Bekasi Timur untuk sementara dinonaktifkan. Hingga saat ini penyebab kejadian dan jumlah perjalanan kereta api masih dalam proses investigasi. (HS-08)


