in

Polresta dan Pemkab Cilacap Gelar Latihan Pengendalian Massa

Simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispam Kota) di Alun-alun Cilacap, Kamis (23/4/2026). (Foto : cilacapkab.go.id)

 

HALO CILACAP – Pemerintah Kabupaten Cilacap bersama Polresta Cilacap menggelar simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispam Kota) di Alun-alun Cilacap, Kamis (23/4/2026).

Kegiatan ini menjadi langkah antisipatif menghadapi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang dinilai kian kompleks, terutama menjelang momentum aksi-aksi sosial di bulan Mei, salah satunya May Day.

Simulasi diawali dengan apel gelar pasukan sebagai bentuk kesiapan personel, dalam menghadapi kemungkinan konflik sosial.

Plt Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya memimpin apel didamping Kapolresta Cilacap Kombes Pol Budi Adhy Buono.

Hadir pula  Dandim 0703/Cilacap Letkol Inf Andi Azis dan Danlanal Cilacap Kol Laut (PM) Damianus Denny Nixon Ogi.

Ammy Amalia Fatma Surya, dalam arahannya menegaskan pentingnya kewaspadaan seluruh aparat, terhadap dinamika sosial yang berkembang di tengah masyarakat.

Menurut dia, perubahan kondisi ekonomi, isu ketenagakerjaan, hingga penyesuaian upah buruh yang berimbas pada kenaikan harga kebutuhan pokok, berpotensi memicu keresahan sosial.

Situasi tersebut, kata dia, dapat bermuara pada penyampaian aspirasi melalui aksi unjuk rasa.

“Aksi unjuk rasa adalah bagian dari demokrasi, namun harus dilakukan sesuai peraturan perundang-undangan. Jika tidak memenuhi ketentuan, maka dapat dikategorikan sebagai aksi ilegal yang perlu disikapi bersama,” ujarnya.

Selain itu, pesatnya perkembangan teknologi informasi juga menjadi perhatian. Penyebaran hoaks dan ujaran kebencian dinilai dapat mempercepat munculnya provokasi dan memicu perpecahan di masyarakat.

Ammy mengingatkan, pengalaman kerusuhan pada tahun sebelumnya di Cilacap menjadi pelajaran penting.

Peristiwa tersebut, menurutnya, menguras tenaga, pikiran, dan biaya, serta berdampak langsung pada ketertiban umum, rasa aman masyarakat, hingga aktivitas ekonomi.

“Jika tidak diantisipasi secara dini dan terukur, potensi gangguan kamtibmas bisa terulang kembali dengan dampak yang lebih luas,” katanya.

Dalam menghadapi berbagai potensi tersebut, Pemkab Cilacap dan aparat keamanan menyiapkan sejumlah langkah strategis. Di antaranya deteksi dini dan pemetaan kerawanan, penguatan pendekatan preventif dan persuasif kepada tokoh masyarakat, serta peningkatan sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya.

Selain itu, penegakan hukum juga akan dilakukan secara tegas namun tetap mengedepankan profesionalitas dan penghormatan terhadap hak asasi manusia. Kesiapan personel dan sarana prasarana, termasuk peralatan pengendalian massa, turut menjadi fokus utama.

Upaya lain yang ditekankan adalah pengelolaan informasi publik secara cepat dan akurat guna menangkal hoaks, serta peningkatan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana yang dapat memicu kerawanan sosial.

Ammy menegaskan, apel gelar pasukan dan simulasi ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk komitmen nyata dalam menjaga stabilitas daerah. “Kegiatan ini menjadi sarana untuk menguji kesiapan personel, peralatan, dan langkah bertindak di lapangan. Harapannya, saat menghadapi situasi nyata, kita mampu bertindak cepat, tepat, terukur, dan profesional,” ujar dia.(HS-08)

 

 

Lindungi Masyarakat Rentan, Wabup Banyumas Pastikan Cadangan Pangan Terus Memadai

Pemkab Kendal Terima Hibah Alat Penanganan Kecelakaan