HALO TEGAL – Atmosfer seni budaya di Kota Bahari dipastikan akan memanas, dalam rangkaian perayaan HUT Ke-446 Kota Tegal.
Kelompok teater legendaris Tegal, Teater RSPD, bersiap menyuguhkan pementasan kolosal bertajuk ‘Mangir’, sebuah karya monumental dari sastrawan besar Pramoedya Ananta Toer.
Hal tersebut disampaikan Yono Daryono, seniman teater kawakan asal Tegal, yang juga menjadi sutradara di Bincang Eksklusif Sebayu FM, Kamis (23/04/2026).
Pementasan ini bukan sekadar hiburan biasa. Yono Daryono mengungkapkan bahwa pemilihan lakon ini, merupakan langkah nyata untuk menghidupkan kembali minat masyarakat, terutama generasi muda, terhadap teater berbasis sejarah dan sastra klasik.
“Tegal tidak boleh kekurangan aktor. Pementasan ini adalah cara kita ‘memaksa’ anak-anak muda untuk mencintai seni peran kembali, agar teater di kota ini tidak berhenti di generasi kami saja,” kata Yono, seperti dirilis tegalkota.go.id.
Pemilihan lakon “Mangir” didasari oleh kedalaman narasi sejarah dan konflik kemanusiaan yang kuat, yang dinilai masih sangat relevan dengan dinamika sosial saat ini.
“Kami ingin mendekatkan kembali narasi sejarah dan kekayaan sastra klasik kepada kaum muda melalui media panggung, memilih naskah Mangir juga bukan sekadar soal panggung, tapi soal bagaimana kita berani menghadapi teks-teks besar dari Pramoedya yang kaya akan muatan kemanusiaan dan kritik kekuasaan,” tambah Yono.
Membawakan naskah karya Pramoedya Ananta Toer bukanlah perkara mudah. Bahasa yang digunakan sangat sastrawi dan padat makna.
Hal ini menuntut tim Teater RSPD untuk melakukan riset mendalam mengenai latar belakang sejarah perseteruan antara Wanabaya (Ki Ageng Mangir) dan Kerajaan Mataram di bawah pimpinan Panembahan Senopati.
Meskipun membawa beban naskah klasik yang berat, sang sutradara memberikan sentuhan modern agar pementasan lebih mudah dinikmati oleh penonton kontemporer tanpa mengurangi esensi cerita aslinya.
Ada yang istimewa dalam produksi kali ini. Wakil Wali Kota Tegal, Tazkiyatul Muthmainnah, atau yang akrab disapa Mba Iin, dipastikan terlibat langsung sebagai pemain.
Dia akan memerankan tokoh sentral, yakni sebagai Kanjeng Ratu Mas, istri dari penguasa Mataram, Panembahan Senopati.
Penampilan Mba Iin diprediksi akan menjadi magnet utama. Dia diharapkan mampu menghadirkan karakter yang sarat wibawa dan emosi mendalam, menggambarkan kekuatan seorang tokoh sejarah dalam balutan seni peran yang memikat.
Dalam kesempatan yang sama, Mbak Iin banyak bercerita tentang kedalaman emosi dan tantangan memerankan sosok ikonik dalam sejarah Jawa.
“Menjadi Pembayun itu berat, karena dia adalah jembatan antara pengabdian kepada ayahnya (Senopati) dan cintanya kepada suaminya (Mangir). Ada pergolakan batin yang harus sampai ke penonton. Saya harus belajar gestur putri keraton tapi juga memiliki ketegasan seorang mata-mata. Ini adalah peran yang menuntut saya tidak hanya bicara, tapi menyampaikan rasa lewat tatapan mata,” kata dia.
Intrik Kekuasaan dan Cinta Tragis Pementasan ini akan mendalami konflik antara politik kekuasaan dan nilai kemanusiaan.
Fokus utama terletak pada kisah cinta tragis antara Mangir dan Pembayun, sebuah romansa yang terjepit di tengah ambisi ekspansi kekuasaan Mataram.
Melalui lakon ini, Teater RSPD ingin memicu dialog kritis di kalangan pemuda Tegal mengenai bagaimana sejarah membentuk identitas bangsa.
“Saya harap penonton bisa melihat sisi manusiawi dari sejarah ini, bukan hanya sekadar menonton sandiwara di atas panggung,” tambah Wakil Wali Kota.
Penampilan seni tersebut juga dibuka untuk umum, bagi masyarakat yang ingin menyaksikan kepiawaian akting sang Wakil Wali Kota beradu peran dengan aktor-aktor kawakan Teater RSPD, pementasan akan dibagi menjadi dua sesi, dijadwalkan hari Sabtu, 25 April 2026 berlokasi di Gedung Taman Budaya Tegal. Sesi I pukul 15.30 WIB dan sesi II pukul 19.30 WIB.
Pementasan “Mangir” diharapkan menjadi pemantik bagi ekosistem seni di Kota Tegal agar tetap hidup dan kritis.
Melalui kerja keras tim produksi dan dedikasi para pemeran, peristiwa budaya ini ingin membuktikan bahwa seniman daerah mampu membawakan naskah-naskah berat dengan cara yang memukau dan profesional.(HS-08)


