Direktur Bisnis Kelembagaan dan Unit Usaha Syariah Bank Jateng, Mas Waris mengatakan, Pembangunan Gedung baru ini adalah manifestasi nyata dari komitmen Bank Jateng untuk terus memberikan layanan terbaik
“Untuk selalu menghadirkan fasilitas yang lebih nyaman, modern, representatif bagi nasabah dan masyarakat Kota Semarang,” ujarnya, sambil menjelaskan, konsep bangunan yaitu milenial futuristik dengan tetap mengedepankan identitas masyarakat Jawa Tengah.
Pemilihan lokasi pembangunan di pusat kota, lanjut Mas Waris, juga ditujukan untuk menangkap potensi ekonomi yang sangat beragam di Kota Lumpia ini.
“Mulai dari sektor pariwisata, kuliner, UMKM, dan usaha ekonomi kreatif lain yang saat ini bergerak ke arah yang lebih prospektif,” imbuhnya.
Mas Waris juga menekankan Bank Jateng berkomitmen untuk mengoptimalkan potensi ekonomi tersebut melalui penyaluran kredit, khususnya kredit usaha rakyat (KUR), retail UMKM, dan tentu saja kredit konsumtif untuk mendukung peningkatan daya beli dan penggerak ekonomi daerah.
“Sebagai Bank Pembangunan Daerah, nafas kami adalah kehadiran yang dirasakan masyarakat. Komitmen kami untuk senantiasa meningkatkan kerjasama strategis dengan Pemerintah Kota adalah dalam rangka mewujudkan Kota Semarang menjadi Pusat Ekonomi yang Maju, Berkeadilan Sosial, Lestari, dan Inklusif,” tandasnya.
Sementara, Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng mengatakan, Bank Jateng mencatat pertumbuhan yang positif dan memiliki kepercayaan dari masyarakat. Disebutkan, jumlah nasabah terus meningkat dan dana yang terus bertumbuh.
“Dalam perjalanannya peran lembaga keuangan menjadi sangat strategis di era ini untuk membuka akses pembiayaan, memperkuat ekonomi lokal dan mendorong inklusi keuangan,” ungkapnya.
Agustina menambahkan, Pemerintah Kota Semarang sedang menjalankan program Waras Ekonomi. Caranya dengan mengkonsentrasikan pendampingan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan mengorkestrasi berbagai macam dinas yang memiliki konsen terhadap UMKM. (HS-06)


