HALO PEKALONGAN – Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid mengingatkan jamaah calon haji (calhaj) asal daerahnya, untuk melakukan persiapan sebaik mungkin, terkait berbagai tantangan yang kemungkinan bakal dihadapi, tertmasuk cuaca ekstrem.
Hal itu disampaikan Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid, dalam acara pelepasan 67 calhaj dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Aisyiyah Kota Pekalongan, di kantor KBIHU Aisyiyah, di Bendan Kergon, belum lama ini.
Tak hanya pejabat dan pengurus KBIHU Aisyiyah, acara tersebut juga dihadiri keluarga para calhaj, serta sejumlah tokoh masyarakat.
Doa dan harapan dipanjatkan agar seluruh jamaah diberikan keselamatan, kelancaran, serta dapat menunaikan seluruh rangkaian ibadah haji dengan sempurna di Tanah Suci.
Lebih lanjut Afzan Arslan Djunaid menyampaikan bahwa secara umum persiapan para jamaah telah dilakukan dengan baik dan matang.
Ia menilai para calhaj dari KBIHU Aisyiyah telah siap, baik secara fisik maupun mental, untuk menjalankan rukun Islam kelima tersebut.
“Alhamdulillah, dari laporan yang kami terima, seluruh jamaah sudah melalui tahapan persiapan yang cukup panjang. Baik dari sisi kesehatan, pemahaman manasik, hingga kesiapan mental. Ini menjadi modal penting agar ibadah haji dapat dijalankan dengan lancar,” kata dia seperti dirilis pekalongankota.go.id.
Meski demikian, Wali Kota Aaf juga mengingatkan para jamaah, untuk tetap menjaga kondisi kesehatan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Ia menyoroti berbagai tantangan, yang kemungkinan dihadapi, seperti antrean panjang, cuaca yang cukup ekstrem, hingga kepadatan jamaah dari berbagai negara.
Menurutnya, kondisi tersebut memerlukan kesiapan stamina yang prima, terlebih bagi lanjut usia yang jumlahnya cukup banyak dalam rombongan.
Oleh karena itu, dia mengimbau agar mereka saling menjaga, membantu, dan memperkuat kebersamaan selama menjalankan ibadah.
“Jaga kesehatan, atur pola makan, dan istirahat yang cukup. Jangan memaksakan diri. Yang tidak kalah penting adalah menjaga kekompakan dan saling tolong-menolong. InsyaAllah, dengan kebersamaan, semua bisa dilalui dengan baik,” pesannya.
Sementara itu, Ketua KBIHU Aisyiyah Kota Pekalongan, Widyastuti Bachir, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai persiapan secara intensif. Persiapan tersebut dilakukan melalui lebih dari 20 kali kegiatan manasik haji, baik dalam bentuk teori maupun praktik langsung.
Ia menjelaskan bahwa pembekalan yang diberikan tidak hanya mencakup tata cara ibadah, tetapi juga kesiapan mental, kedisiplinan, serta simulasi kondisi yang mungkin dihadapi selama di Tanah Suci.
“Alhamdulillah, seluruh jamaah telah mengikuti manasik secara rutin dan penuh semangat. Kami berupaya memberikan pembekalan yang komprehensif agar jamaah tidak hanya paham secara teori, tetapi juga siap secara praktik saat menjalankan ibadah nanti,” jelas Widyastuti.
Widyastuti juga berharap jamaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar tanpa kendala berarti.
Ia mendoakan agar mereka mendapat kemudahan dalam setiap tahapan ibadah serta kembali ke tanah air dengan selamat dan membawa predikat haji mabrur.
“Kami tentu berharap seluruh jamaah diberikan kesehatan, kemudahan, dan kelancaran. Semoga sepulang dari Tanah Suci, semuanya menjadi haji yang mabrur dan membawa keberkahan bagi keluarga serta lingkungan,” tuturnya.
Prosesi pelepasan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat.
“Dengan persiapan yang matang dan dukungan penuh dari berbagai pihak, para jamaah KBIHU Aisyiyah Kota Pekalongan diharapkan dapat menjalankan ibadah haji tahun 2026 dengan lancar, khusyuk, dan penuh makna,” kata dia. (HS-08)


