DI salah satu sudut bersejarah kawasan Kota Lama Semarang, tepatnya di Jalan Merak, aroma kopi baru saja menemukan rumah barunya. Djournal Coffee resmi membuka gerai pertamanya di Semarang, menempati bangunan bersejarah yang kini dihidupkan kembali menjadi ruang gaya hidup baru bernama Djournal at Skola Kota Lama.
Kehadiran gerai ini menjadi hasil kolaborasi strategis antara ISMAYA Group dan mitra lokal PAVO Group. Bersama-sama, keduanya menyulap bangunan lama di kawasan Kota Lama menjadi ruang yang bukan sekadar tempat minum kopi, tetapi juga ruang pertemuan ide, cerita, dan aktivitas komunitas.
Sentuhan arsitektur kolonial yang dipertahankan memberikan karakter khas pada bangunan tersebut. Dinding-dinding tua, jendela besar, dan atmosfer klasik dipadukan dengan desain interior modern khas Djournal yang hangat dan bersahabat. Hasilnya adalah ruang yang terasa akrab namun tetap segar—tempat di mana sejarah dan gaya hidup urban bertemu.
Langkah ekspansi Djournal ke Semarang bukan tanpa alasan. Kota ini dinilai memiliki perkembangan gaya hidup yang semakin dinamis.
Komunitas kreatif tumbuh pesat, budaya nongkrong semakin kuat, dan minat masyarakat terhadap pengalaman kuliner terus meningkat. Hal inilah yang membuat Semarang menjadi salah satu kota yang dipilih Djournal untuk memperluas jangkauan.
“Semarang adalah kota dengan karakter yang kuat dan komunitas yang dinamis. Kami melihat potensi besar di sini, tidak hanya dari sisi bisnis, tetapi juga dari energi kreatif dan gaya hidup masyarakatnya,” ujar Cendyarani, President Director ISMAYA Group.
Ia menambahkan, kehadiran Djournal di Kota Lama merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk bertumbuh bersama kota-kota di Indonesia dengan tetap menghormati nilai sejarah dan budaya lokal.
Gerai ini menjadi Djournal pertama di Semarang sekaligus gerai ke-35 secara nasional. Sejak berdiri pada 2013, Djournal berkembang sebagai brand coffee shop lokal yang menghadirkan pengalaman minum kopi yang lebih personal bagi masyarakat urban Indonesia.
Filosofi “Make Every Day Exciting”
Djournal mengusung semangat “Make Every Day Exciting.” Filosofi ini percaya bahwa setiap hari selalu memiliki potensi untuk menjadi lebih bermakna—entah itu melalui secangkir kopi sebelum rapat penting, obrolan santai bersama teman lama, atau waktu sendiri untuk merancang ide baru.
Identitas brand Djournal juga terlihat kuat melalui warna turquoise yang menjadi ciri khasnya. Warna ini melambangkan perjalanan brand yang lively dan vibrant.
Selain itu, Djournal memiliki simbol unik berupa spark tujuh titik yang terinspirasi dari Seshat, dewi Mesir kuno yang melambangkan tulisan dan pengetahuan. Tujuh titik tersebut juga merepresentasikan tujuh hari dalam seminggu—menggambarkan semangat “every day excitement”.
Filosofi ini tercermin dalam desain ruang Djournal yang hangat dan nyaman. Material bernuansa earthy, pencahayaan lembut, serta tata ruang yang terbuka membuat pengunjung bisa bekerja, berbincang, atau sekadar menikmati waktu santai.
Di Djournal, setiap minuman diracik menggunakan 100 persen biji Arabika asli Indonesia. Pendekatan ini menghadirkan karakter rasa yang kaya sekaligus mencerminkan keberagaman kopi nusantara.
Khusus di Djournal at Skola Kota Lama, pengunjung juga bisa menemukan beberapa menu spesial yang tidak tersedia di gerai Djournal lainnya.
Beberapa di antaranya adalah Truffle Scrambled Eggs dengan aroma truffle lembut, Hainan Chicken Porridge yang hangat dan comforting, serta menu dessert dengan sentuhan lokal seperti Enting-Enting Chocolate dan Tape Cheesecake.
Perpaduan menu ini menghadirkan pengalaman kuliner yang unik—menggabungkan cita rasa klasik, modern, dan lokal dalam satu meja.
Setelah membuka gerai di Kota Lama, ekspansi Djournal di Semarang tidak berhenti di situ. Brand ini juga akan menghadirkan gerai berikutnya di Pollux Mall Semarang, tepatnya di lantai Ground.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi ISMAYA Group untuk memperluas kehadiran brand-brandnya sekaligus memperkenalkan Djournal sebagai coffee shop lokal dengan kualitas yang konsisten.
Dengan hadirnya Djournal di Jalan Merak, Kota Lama kini memiliki satu ruang baru yang mempertemukan masa lalu dan masa kini.
Di tempat ini, arsitektur kolonial yang sarat cerita berpadu dengan aroma kopi arabika yang baru diseduh. Sebuah ruang di mana pertemuan sederhana, ide-ide baru, dan percakapan hangat bisa tumbuh—membuat keseharian terasa sedikit lebih hidup, dan setiap momen menjadi lebih menyenangkan.(HS)