HALO SRAGEN – Bupati Sragen, Sigit Pamungkas menyebutkan saat ini terdapat 136 lokasi jalan rusak di wilayahnya, yang harus mendapat penanganan.
Angka tersebut belum termasuk kerusakan jalan di lokasi baru, akibat curah hujan tinggi belakangan ini.
Namun demikian, kemampuan finansial yang rendah, memaksa pemerintah daerah melakukan penanganan secara bertahap.
Hal itu disampaikan Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, ketika melaksanakan kegiatan Subuh Keliling, di Masjid Al Hidayah Dukuh Plosorejo, Desa Guworejo, Kecamatan Karangmalang, dalam rangka Safari Ramadhan 1447 H yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen, Senin (9/3/2026).
Selain persoalan infrastruktur, Bupati juga turut menyoroti masalah pengentasan kemiskinan di Kabupaten Sragen.
Menurut dia, saat ini tercatat sekitar 300 ribu warga Sragen masih berada di bawah garis kesejahteraan.
Pemkab Sragen pun terus berusaha menjalankan berbagai program pengentasan kemiskinan, salah satunya melalui program perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH).
Maka dari itu Pemkab Sragen akan segera menindaklanjuti proposal perbaikan RTLH, yang diajukan Pemerintah Desa Guworejo, Kecamatan Karangmalang.
“Kami sudah mengecek proposal RTLH yang diajukan. Insya Allah akan segera kami tindak lanjuti,” kata dia, seperti dirilis sragenkab.go.id.
Dia menyebutkan, prioritas penerima bantuan RTLH adalah rumah dengan kondisi lantai masih tanah, dinding bambu yang rusak, atap bocor, serta tidak memiliki fasilitas sanitasi dan listrik.
“Rumah dengan kondisi seperti itu akan menjadi prioritas untuk mendapatkan bantuan RTLH,” jelasnya.
Selain program RTLH, upaya pengentasan kemiskinan juga dilakukan melalui berbagai program lain, antara lain sekolah rakyat, pembebasan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) bagi warga tidak mampu.
Selain itu ada pula program magang kerja ke luar negeri secara gratis, beasiswa perguruan tinggi bagi warga kurang mampu, serta pemberian seragam gratis bagi seluruh siswa SD dan SMP.
“Kami mohon doa dan restu dari masyarakat agar segala ikhtiar dalam membangun Kabupaten Sragen dapat berjalan dengan baik dan membawa manfaat bagi seluruh warga,” harapnya.
Sebelumnya, Kepala Desa Guworejo, Ndaru Sucondro, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Bupati Sragen ke wilayahnya.
Ia menyebutkan Masjid Al Hidayah yang telah berdiri selama 37 tahun tersebut baru pertama kali dikunjungi oleh Bupati Sragen.
“Masjid ini sudah berdiri selama 37 tahun dan baru kali ini dikunjungi Bupati Sragen. Kami sangat berterima kasih atas kehadiran beliau di tengah masyarakat,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ndaru turut menyampaikan sejumlah aspirasi masyarakat, khususnya terkait kebutuhan bantuan perbaikan RTLH serta perbaikan infrastruktur jalan desa yang kondisinya memprihatinkan akibat terkikis aliran sungai.
“Kami masih memerlukan bantuan darurat, terutama untuk rumah tidak layak huni. Kami berharap dengan keikhlasan Bapak Bupati bantuan tersebut dapat segera direalisasikan. Selain itu, jalan desa juga perlu perbaikan karena kondisinya cukup memprihatinkan,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, juga turut diserahkan bantuan Al-Qur’an dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sragen kepada takmir Masjid Al Hidayah.
Selain itu, Bank Jateng juga menyalurkan bantuan paket sembako kepada warga setempat sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat. (HS-08)