HALO KENDAL – Pemerintah Kabupaten Kendal terus menggelar Safari Ramadhan di berbagai wilayah. Setelah sebelumnya Senin (23/2) di Masjid Al Mukaromah Desa Medono, Boja, kegiatan dilanjutkan di Masjid “Miftahul Jannah” Desa Lebosari, Kecamatan Kangkung, Selasa (24/02/2026).
Dalam sambutannya, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari menyampaikan, kegiatan safari ramadan merupakan agenda rutin yang memiliki nilai strategis bagi pemerintah daerah dan masyarakat.
Disebutkan, kegiatan meliputi buka puasa bersama, pemberian santunan, serta silaturahmi dengan tokoh agama dan masyarakat.
“Kegiatan safari ramadan ini merupakan agenda rutin yang positif guna mempererat silaturahmi dan ukhuwah Islamiyah antara para ulama dengan umaro serta masyarakat. Kegiatan ini juga merupakan wujud kepedulian, kebersamaan, dan cinta kasih kepada sesama,” kata Bupati
Lebih lanjut, dirinya menegaskan, safari ramadan sejalan dengan visi dan misi pemerintah daerah dalam membangun sumber daya manusia yang berbudaya, religius dan berakhlak mulia.
Melalui kegiatan ini, Bupati berharap nilai-nilai keagamaan semakin mengakar di tengah masyarakat serta memperkuat kebersamaan dalam membangun daerah.
“Insya Allah, kami terus memperkuat program-program berbasis keagamaan, pengembangan pesantren, serta pemberdayaan ekonomi umat berbasis syariah,” harapnya.
Bupati juga mendorong peran aktif masyarakat, organisasi kemasyarakatan Islam, serta takmir masjid untuk menggalakkan pendidikan keagamaan, majelis taklim, dan pemberdayaan ekonomi umat.
“Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan Kabupaten Kendal dapat menjadi daerah yang semakin religius dan kondusif melalui pembangunan karakter yang berlandaskan nilai-nilai agama,” tandasnya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati juga turut mengingatkan pentingnya kepedulian lingkungan, terutama di musim penghujan. la mengajak masyarakat untuk bergotong royong membersihkan saluran air dan tidak membuang sampah sembarangan.
“Masalah sampah sudah menjadi isu nasional yang semakin besar dan menjadi tanggung jawab kita bersama. Tidak mungkin pemerintah bekerja sendiri tanpa didukung perubahan paradigma pengelolaan sampah mulai dari keluarga atau rumah tangga,” pesannya (HS-06)