in

Polri Fasilitasi Permodalan KUR dan Penyerapan Bulog bagi Petani Jagung

Rakor Polri bersama Kementan, Perum Bulog, BPK, Asosiasi Pabrik Pakan Ternak dan Himbara, dalam rangka mememperkuat ketahanan pangan nasional, melalui ekosistem pertanian jagung pakan ternak. (Foto : tribratanews.resdemak.jateng.polri.go.id)

 

HALO SEMARANG – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) berupaya membantu kelompok tani (Poktan) jagung dalam mengatasi kendala permodalan, dengan memfasilitasi pembiayaan dengan melibatkan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Hal itu merupakan salah satu topik yang dibahas dalam rapat koordinasi bersama Kementan, Perum Bulog, BPK, Asosiasi Pabrik Pakan Ternak dan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), dalam rangka mememperkuat ketahanan pangan nasional, melalui ekosistem pertanian jagung pakan ternak.

Langkah ini dilakukan untuk mengawal proses produksi jagung dari hulu hingga hilir, sekaligus memastikan kesejahteraan petani binaan Polri di berbagai wilayah Indonesia.

Rakor yang diselenggarakan di Mabes Polri ini, juga diikuti oleh seluruh gugus tugas Polda se-Indonesia secara daring, dipimpin Karobinkar SSDM Polri selalu wakil posko gugus tugas ketahanan Pangan, Brigjen Langgeng Purnomo.

“Kami melaksanakan analisa dan evaluasi hasil kinerja tahun sebelumnya, Indonesia berhasil tanpa Impor jagung pabrik pakan ternak pada tahun 2025 sehingga Rakor ini kami laksanakan untuk konsolidasi dan kolaborasi menjalankan strategi ke depan tahun 2026 menjadi lebih baik lagi,” kata Brigjen Langgeng, seperti dirilis . tribratanews.resdemak.jateng.polri.go.id, pada Sabtu (7/2/2026).

Salah satu implementasi nyatanya terlihat di wilayah Polda Jawa Barat, tepatnya di Nagreg dan Ciamis, di mana petani mendapatkan kredit modal untuk kembali menanam dan memperluas lahan pertanian jagung.

Danang Andi Wijanarko selaku senior vice president BRI, dalam paparannya sebagai bagian dari Himbara, menyampaikan bahwa BRI pada 2026 sudah menyiapkan plafon senilai Rp 180 Triliun untuk pembiayaan KUR Mikro di bidang pertanian termasuk ekosistem pertanian Jagung.

Tidak hanya urusan modal, Polri melalui Gugus Tugas Ketahanan Pangan juga memberikan perlindungan kepada petani dengan menjaga stabilitas harga.

Polri memastikan hasil panen petani tidak terjebak dijual ke tengkulak dengan harga rendah.

Sebagai solusinya, Polri menjalin kerja sama dengan Perum Bulog untuk menyerap hasil panen dengan harga lebih baik.

Pelaksanaan pengadaan jagung tahun 2026 oleh Bulog didasarkan pada Surat dinas Internal nomor SDI-217/DU000/PD.02.01/12012026 tanggal 12 Januari 2026 tentang pengadaan Jagung dengan target 1 juta ton untuk Cadangan pangan pemerintah tahun 2026 dengan harga Rp 6.400 per Kilogram.

“Fokus kami adalah menjaga agar harga jagung di tingkat petani minimal sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Di beberapa wilayah, seperti di Jabar dan di Kalsel, kolaborasi ini mendorong pembelian harga yang berpihak ke petani jagung, yakni mencapai Rp6.400 per kg sesuai standar HPP Bulog,” kata Brigjen Langgeng Purnomo, selaku Wakil Posko Gugus Tugas Ketahanan Pangan Polri.

Program ini bertujuan untuk mengembangkan lahan tidur, membebaskan petani dari jebakan tengkulak dan meningkatkan produksi jagung nasional.

Dengan pendampingan manajerial yang tepat, diharapkan petani mampu membayar pinjaman modal tepat waktu dan meningkatkan taraf hidup mereka secara berkelanjutan.

Melalui rapat koordinasi program ketahanan pangan tahun 2026, Polri berharap dapat memperkuat ekosistem pertanian jagung pakan ternak dan mensejahterakan petani jagung Indonesia.(HS-08)

 

 

Komisi IV DPRD Brebes Dorong Transformasi Role Model Puskemas

Operasi Keselamatan Candi 2026, Polwan Satlantas Demak Edukasi Warga di Objek Vital