in

IMI Jateng Perketat Rekomendasi Event Komunitas Motor, Kenyamanan Publik Jadi Prioritas

Kegiatan penghobi motor 2 strokes, saat ini semakin marak dan dihadiri ribuan peserta sehingga IMI harus memperketat pengawasan.

HALO SEMARANG – Tak hanya ajang balap resmi, event hobi otomotif kini mendapat perhatian serius dari Ikatan Motor Indonesia (IMI) Jawa Tengah. Seiring meningkatnya aktivitas komunitas klub motor, IMI Jateng menegaskan komitmennya untuk menjaga keamanan dan kenyamanan publik dalam setiap rekomendasi event yang diterbitkan.

Fenomena maraknya event komunitas motor—khususnya motor dua tak (2 strokes)—belakangan kerap memunculkan keluhan masyarakat. Suara bising akibat aksi blayer atau memainkan gas motor secara berlebihan dinilai mengganggu ketertiban dan kenyamanan lingkungan.

Kabid Mobility IMI Jateng, Tio Fardoli, menegaskan bahwa IMI tidak menutup mata terhadap perkembangan komunitas otomotif tersebut. Namun, aktivitas hobi tetap harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab sosial.

“IMI Jateng sangat mendukung meningkatnya aktivitas komunitas, sesuai slogan kami Hobi Digagas, Prestasi Digass. Tapi jangan sampai kegiatan hobi justru merugikan dan mengganggu masyarakat,” ujar Tio, Jumat (30/1/2026).

Keseriusan ini tercermin dari rapat pleno IMI Jateng yang digelar pada Rabu (28/1/2026), dipimpin Sekretaris Umum Lilik Kusnandar. Salah satu fokus pembahasan adalah meningkatnya aktivitas komunitas motor dua tak dan dampaknya terhadap publik.

“Kami akan lebih berhati-hati dalam mengeluarkan rekomendasi event. Pengawasan juga diperketat agar tidak ada kegiatan komunitas yang menimbulkan ketidaknyamanan, misalnya karena blayer berlebihan,” tegas Tio.

Ia menjelaskan, kewenangan IMI Jateng dalam mengatur kebisingan terbatas pada arena event. IMI menerapkan regulasi teknis yang ketat, termasuk spesifikasi kendaraan dan kemungkinan pembatasan jenis motor tertentu yang belum sesuai aturan.

Sementara itu, kebisingan di jalan umum akibat knalpot brong atau pelanggaran lalu lintas sepenuhnya menjadi kewenangan pihak kepolisian, bukan ranah regulasi teknis IMI.

Ke depan, IMI Jateng berencana merumuskan kesepakatan bersama klub motor anggota IMI terkait penyelenggaraan event komunitas. Pembahasan ini dijadwalkan berlangsung dalam Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) IMI Jateng pada 17 Februari 2026.

“Di sana akan kami rumuskan regulasi bersama agar hobi tetap tersalurkan, tapi masyarakat juga tetap nyaman,” ujar Tio.

Dari sisi penyelenggara, Benny “Kimpling”, yang kerap menggelar event komunitas motor dua tak, mengakui bahwa jumlah peserta dalam acara semacam ini bisa mencapai ribuan orang, sehingga potensi keluhan warga memang ada.

“Karena itu pengamanan harus ekstra ketat. Kalau ada peserta yang blayer berlebihan, petugas langsung bertindak. Bahkan bisa langsung dipotong kabel gasnya,” katanya.

Saat ini, IMI Jawa Tengah juga memperketat penerbitan rekomendasi event secara umum. Standar keselamatan menjadi prioritas utama, seiring pesatnya pertumbuhan jumlah event otomotif roda dua dan roda empat di Jawa Tengah.

Ketua Umum IMI Jateng, Frits Yohanes, menegaskan bahwa selama kepemimpinannya, rekomendasi event selalu diterbitkan berdasarkan regulasi dan evaluasi ketat.

“Selama ini sangat jarang terjadi insiden. Kalaupun ada, sifatnya kecil dan bisa ditangani dengan baik. Namun, melihat peningkatan kualitas dan kuantitas event sepanjang 2026, pengawasan harus semakin diperketat,” tegasnya.

Menurut Frits, pengetatan rekomendasi bukan untuk membatasi kreativitas komunitas, melainkan untuk memastikan keselamatan pembalap, penonton, serta kenyamanan masyarakat tetap terjaga.(HS)

Pastikan Penanganan Korban Banjir dan Longsor Pemalang, Gubernur Ahmad Luthfi Minta Percepat Pemulihan Pascabencana

Kurangi Risiko Banjir, Pemkot Semarang Gelar Kerja Bakti Bersih Sungai