HALO KENDAL – Khawatir tanggul Sungai Bodri yang berada di belakang rumahnya ambrol, Prasetyanto (40), warga RT 03 RW 10 Dusun Pangempon, Desa Tegorejo, Kecamatan Pegandon, Kabupaten Kendal, mengaku tak bisa tidur semalaman.
Dia bersama istri dan anak-anaknya siaga dengan mempersiapkan berbagai barang untuk ditaruh ke bagian depan rumahnya.
Hal itu dilakukan karena dia khawatir, sisa tanggul yang tinggal 1,5 meter dari teras belakang rumanya itu ambrol lagi.
Sebab, beberapa hari sebelumnya, tanggul yang semula selebar sekitar 7 meter itu sudah ambrol.
“Kami sekeluarga sungguh merasa sangat cemas. Kami tidak bisa tidur semalaman. Apalagi hujan masih turun dan debit air Sungai Bodri itu makin tinggi,” ungkap Prasetyanto kepada awak media, Minggu (25/1/2026).
Bahkan, dirinya menyebut, saat ini sudah terlihat adanya retakan di teras belakang yang masih berupa tanah itu.
“Saat peristiwa banjir awal 2025 lalu, bersamaan dengan banjir bandang di Desa Kebonharjo Patebon, tanggul di belakang rumah juga sudah longsor. Kami sudah sangat khawatir, makanya teras belakang rumah kami potong, kami majukan lagi hingga bagian paling belakang rumah ini kami jadikan teras baru,” ungkap Prasetyanto.
Dia juga mengaku, sejak peristiwa banjir awal 2025 sudah melaporkan ke Dinas PUPR Kendal. Namun hingga kini, laporannya tidak mendapat perhatian sama sekali.
“Jangankan langkah darurat, sampai saat ini sepertinya tidak ada perhatian sama sekali terhadap tanggul di belakang rumah kami,” ucap Prasetyanto dengan nada pasrah.
Kini dirinya hanya bisa berharap tanggul itu masih bisa bertahan sambil mempersiapkan diri jika sewaktu-waktu tanggul tergerus dan longsor, bisa menyelamatakan diri bersama istri dan anak-anaknya.
Terpisah, Kepala DPUPR Kendal Sudaryanto saat dikonfirmasi menyatakan sudah menerima laporan tentang semua tanggul longsor dan kritis, termasuk di Dusun Pangempon.
“Terkait penanganan, karena itu kewenangan dari pemerintah provinsi. Yang bisa dilakukan Pemerintah Kabupaten Kendal adalah penanganan darurat. Jadi, ya terbatas,” jawabnya.
Sudaryanto mencontohkan pada Sabtu 24 Januari 2026 kemarin, DPUPR Kendal sudah mendatangakan alat berat untuk penanganan tanggul Sungai Bodri yang kritis, di Dusun Sembung Desa Cepiring Kecamatan Cepiring.
Pihaknya juga memastikan, kondisi tanggul-tanggul lain yang kritis sudah dilaporkan ke Dinas Pusdataru Provinsi Jawa Tengah, termasuk tanggul kritis di Dusun Pangempon dan Dusun Kersan, Desa Tegorejo, Pegandon.(HS)