HALO KENDAL – Pondok Pesantren (Ponpes) Raudlatul Muta’allimin, yang berada di Kelurahan Pegulon, Kecamatan Kendal, Kabupaten Kendal, menggelar Haul ke 10 Almarhum KH M Wildan Abdulchamid, Sabtu malam (24/1/2026).
Kiai Wildan adalah ulama asal Kendal yang mendedikasikan diri untuk masyarakat dan Nahdlatul Ulama (NU). Sampai akhir hayatnya menjadi Mustasyar PWNU dan Ketua MUI Jawa Tengah.
Haul dihadiri KH Ahmad Mustofa Bisri, selaku Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Rembang, KH Idror Maimoen Zubair, selaku Pengasuh Pondok Al-Anwar Sarang Rembang, serta dihadiri para pengasuh pondok pesantren di Kabupaten Kendal, dan ribuan masyarakat Kendal.
Selain itu, Haul juga dihadiri Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Kendal.
Dalam sambutannya, pengasuh Pondok Pesantren Raudlatul Muta’allimin Kendal, Gus Farid Fad mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bupati Kendal dan jajaran Forkopimda, serta seluruh kiai serta masyarakat yang hadir dalam acara Haul KH M Wildan Abdul Chamid tahun 2026.
“Haul kesepuluh ini menjadi ajang silaturahmi besar warga Nahdliyin di Kabupaten Kendal untuk menghormati dedikasi almarhum Kiai Wildan Abdulchamid dalam pendidikan pesantren,” ungkapnya.
Sementara Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari dalam acara tersebut menyampaikan, bahwa acara haul ini akan membawa berkah bagi masyarakat Kendal.
Menururnya, kiprah baik KH Wildan patut diteladani dalam kehidupan, bermasyarakat maupun bernegara.
“Kiai M Wildan Abdulchamid merupakan tokoh Nahdlatul Ulama di Kabupaten Kendal, yang terus berdakwah diberbagi pengajian. Selain itu, juga sebagai pendidik di institusi pendidikan seperti IAIN Walisongo Semarang, sekarang dikenal dengan nama Universitas Islam Negeri Semarang,” ujar Bupati.
la juga menyampaikan, acara haul tentunya akan menguatkan ukhuwah Islamiyah. Terutama mengenang sosok Almarhum KH Wildan yang dikenal sebagai sosok sederhana dan istiqomah dalam berdakwah di berbagai pengajian di Kendal.
Dalam kesempatan itu, Bupati juga berpesan kepada masyarakat, agar waspada dini terhadap bencana alam, mengingat saat ini bencana alam terjadi berbagai wilayah di Indonesia.
“Mari kita bersama-sama terus memanjatkan doa kepada Allah Subhanahu Wata’ala supaya Kabupaten Kendal terhindar dari berbagai bencana alam,” ungkapnya.
Acara dilanjutkan dengan Manaqib atau riwayat perjalanan hidup Almarhum KH M Wildan Abdulchamid, dan Mauidhah Hasanah oleh KH Idror Maimoen Zubair.
Dalam penyampaiannya, KH Idror Maimoen Zubair mengatakan, negara Indonesia penuh dengan ulama, salah satunya adalah KH M Wildan Abdulchamid yang memiliki guru-guru hingga sampai ke mekah.
“Para ulama ini tulus dan ikhlas berdakwah, dan ikut serta dalam memperjuangan kemerdekaan Indonesia, sehingga masyarakat harus semangat terus ngaji dan mempertahankan NKRI,” ujar KH Idror Maimoen Zubair.(HS)