HALO KENDAL – Hujan deras dan banjir yang melanda wilayah Kabupaten Kendal menyisakan kerusakan ruas jalan di sejumlah titik. Bahkan di wilayah Kecamatan Kaliwungu, ada jalan yang mendapat julukan Jeglongan Sewu, karena banyaknya lubang.
Dari pemantauan, kondisi terparah ditemukan di jalan menuju wisata Pantai Ngebum, Desa Mororejo, Kecamatan Kaliwungu, dimana terdapat lubang menganga selebar satu meter dan kedalaman sekitar 20 sentimeter.
Kondisi tersebut sangat membahayakan bagi para pengguna jalan, khususnya pengendara roda dua.
Salah satu warga setempat, Nur Saidah mengatakan, kondisi jalan berlubang sudah terjadi sejak lama, karena maraknya dump truck yang lalu lalang melintas jalan, membuat kondisi jalan semakin memprihatinkan.
“Jalan itu mulai rusak dan bergelombang setelah adanya proyek galian c yang setiap hari melintas. Apalagi sekarang lagi musim hujan, sehingga menambah jalan berlubang semakin banyak dan sangat rawan kecelakaan,” ungkapnya, Selasa (20/1/2026).
Saidah menyebut, jalan yang rusak juga menjadi akses utama menuju ke objek wisata Pantai Ngebum Kaliwungu, yang setiap akhir pekan dipadati para wisatawan dari berbagai daerah.
“Apalagi jalan ini merupakan satu – satunya akses menuju wisata Pantai Ngebum, setiap hari Sabtu dan Minggu sangat ramai para wisatawan. Jadi sayang, kalau keberadaan jalan rusak ini dibiarkan, tanpa diperbaiki,” jelasnya.
Hal senada juga diungkapkan Galang, salah seorang pengendara sepeda motor. Menurutnya, keberadaan jalan tersebut sangat memperihatinkan ketika hujan deras lubang jalan ketutup dengan genangan air.
“Ketika malam hari, saat hujan deras, jalan ini ketutup genangan air, sehingga meskipun kita sebagai pengendara yang setiap hari melintas, harus ekstra hati – hati, dan harus hafal mana jalan yang berlubang atau tidak berlubang'” ungkapnya.
Ditambah dengan kondisi lampu penerangan yang sangat kurang memadai, lanjut Galang, hal itu memicu terjadinya kecelakaan, serta rawan kejahatan.
“Pada malam hari juga untuk penerangan jalannya juga kurang memadai, itu memicu rawan kecelakaan serta rawan kejahatan. Ini jelas sangat menganggu aktivitas warga dan juga para pengguna jalan,” tandasnya.
Adapun Arif salah seorang pekerja di Kawasan Industri Kendal (KIK) mengungkapkan, dirinya setiap hari berangkat dan pulang bekerja melewati jalan tersebut. Karena merupakan jalan alternatif menuju KIK.
“Saya setiap hari melewati jalan Desa Mororejo, karena menjadi salah satu jalan alternatif menuju ke KIK. Belum ada sebulan, saya juga pernah terjatuh karena menghindari kubangan air yang menutupi jalan tersebut,” ujarnya.
Arif berharap, pemerintah melalui pihak terkait supaya segera melakukan penanganan serius untuk perbaikan jalan. Pasalnya, sudah banyak para pengendara sepeda motor yang mengalami kecelakaan.
“Harapannya ke depan semoga jalan ini bisa segera diperbaiki agar pengguna jalan lebih nyaman dan selamat sampai tujuan. Apalagi jalan ini juga menjadi akses ke tempat wisata Pantai Ngebum Kaliwungu,” harapnya. (HS-06)