in

Pemkot Semarang Amankan TPS Muktiharjo Kidul, Penanganan Sampah Berlanjut hingga Penataan Lingkungan

Proses pembersihan TPS Muktiharjo Kidul, Kecamatan Pedurungan, baru-baru ini.

HALO SEMARANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang memastikan penanganan persoalan sampah di TPS Muktiharjo Kidul, Kecamatan Pedurungan, dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan. Setelah pengangkutan dan pembersihan intensif sejak Kamis (15/1/2026) hingga Sabtu (17/1/2026), fokus penanganan kini beralih pada pengamanan dan penertiban agar lokasi tersebut tidak kembali menjadi titik penumpukan sampah.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menegaskan bahwa penanganan TPS Muktiharjo Kidul tidak berhenti pada pengangkutan sampah semata. Pemerintah, kata dia, juga melakukan penataan sistem dan pengamanan lokasi agar persoalan serupa tidak berulang.

“Kami tidak hanya membersihkan, tetapi juga menata dan mengamankan. Mulai dari pengaturan ritasi pengangkutan, penambahan kontainer, hingga sterilisasi area yang selama ini disalahgunakan sebagai tempat pembuangan liar,” tegas Agustina.

Sebagai tindak lanjut arahan tersebut, Penjabat Sekretaris Daerah Kota Semarang, Budi Prakosa, memimpin langsung kegiatan pembersihan lanjutan di TPS Muktiharjo Kidul pada Sabtu (17/1/2026). Kegiatan ini melibatkan kerja bakti lintas organisasi perangkat daerah (OPD) serta unsur kewilayahan guna memastikan area benar-benar bersih dan tertata.

Dalam kegiatan tersebut, Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang mengerahkan dua unit alat berat jenis backhoe dan 20 dump truck. Disperkim menurunkan lima dump truck beserta petugas kebersihan, sementara Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menyiapkan satu alat berat, puluhan armada pengangkut sampah, serta empat kontainer yang disiagakan di lokasi. Satpol PP mengerahkan tiga regu personel untuk pengawasan, sedangkan Dishub membantu pemasangan penerangan jalan umum demi mendukung kelancaran dan keamanan aktivitas di lapangan.

Pengamanan juga diperkuat melalui keterlibatan unsur wilayah. Kecamatan dan kelurahan memasang dua unit CCTV untuk memantau aktivitas di area TPS, khususnya guna mencegah pembuangan sampah sembarangan oleh kendaraan roda empat atau pick-up yang seharusnya langsung menuju tempat pembuangan akhir (TPA). Tokoh masyarakat, ketua RW, LPMK, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas turut bergotong royong membersihkan sisa-sisa sampah di sekitar lokasi.

Selain pembersihan, Pemkot Semarang mulai melakukan pengamanan fisik kawasan. Area bekas TPS liar di lahan eks bengkok dipagari untuk mencegah kembali dimanfaatkan sebagai tempat pembuangan. Per Sabtu (17/1/2026), material pagar telah tiba dan proses pemasangan dilakukan oleh DLH. Penataan lingkungan juga dilengkapi dengan penghijauan melalui penanaman pohon tabebuya oleh Disperkim serta tanaman buah seperti mangga dan sukun oleh DLH. Ke depan, lahan tersebut direncanakan difungsikan sebagai taman lingkungan.

Untuk memastikan pelayanan pengelolaan sampah tetap optimal, pembuangan difokuskan di TPS Muktiharjo Kidul yang berada bersebelahan dengan lokasi TPS liar. Di titik tersebut telah disiapkan empat kontainer yang dilayani empat armada armroll dengan tiga ritasi per hari. Selain itu, satu unit dump truck khusus dikerahkan untuk pembilasan area agar kondisi tetap bersih dan tidak menimbulkan bau.

Langkah berlapis ini menjadi wujud komitmen Pemkot Semarang dalam menata pengelolaan sampah secara lebih tertib, disiplin, dan berkelanjutan. Pemkot juga mengajak masyarakat untuk mematuhi aturan pembuangan sampah sesuai peruntukannya demi menjaga lingkungan yang bersih dan nyaman.(HS)

Pemkab Kendal Bakal Berikan Dana Hibah Rp 20 Miliar untuk Pembangunan RSNU

SDN Sendangmulyo 04 dan SDN Klepu 03 Jadi Juara di MilkLife Soccer Challange Semarang Seri 2