in

Badan Geologi Peringatkan Aktivitas Vulkanik Gunung Semeru Masih Tinggi

Foto : geologi.esdm.go.id

 

HALO SEMARANG – Badan Geologi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral ( ESDM) memperingatkan semua pihakl, bahwa Aktivitas Vulkanik Gunung Semeru Masih Tinggi.

Gunungapi Semeru yang terletak di Kabupaten Lumajang dan Malang, Provinsi Jawa Timur, hingga pertengahan Januari 2026 masih berada pada Level III (Siaga).

Hal itu disampaikan

Plt Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Lana Saria, dalam keterangan tertulis yang disampaikan geologi.esdm.go.id.

Tingginya aktivitas vulkanik gunungapi ini, ditandai oleh kejadian awan panas guguran yang berulang, terutama mengarah ke sektor tenggara dengan jarak luncur sejauh 5.000 meter dari puncak ke arah Besuk Kobokan.

Berdasarkan hasil pemantauan visual dan instrumental, pada hari ini teramati dua kali kejadian awan panas guguran dengan jarak luncur mencapai sekitar 5.000 meter dari puncak ke arah tenggara.

Selain itu, selama periode 7–14 Januari 2026, awan panas guguran juga beberapa kali teramati dengan jarak luncur serupa, disertai aktivitas guguran material.

Aktivitas kegempaan didominasi oleh gempa letusan, gempa guguran, gempa hembusan dan tremor harmonik.

Gempa-gempa yang terekam mengindikan bahwa masih adanya supply dari bawah permukaan G Semeru bersamaan dengan pelepasan material ke permukaan melalui letusan dan hembusan.

Parameter variasi kecepatan seismik (dv/v) berfluktuasi dengan nilai simpangan yang besar, menandakan bahwa sistem vulkanik sedang berada dalam fase relaksasi dan tidak mengalami pressurisasi akan tetapi masih sangat rentan terhadap peningkatan tekanan.

Pemantauan deformasi menunjukkan pola yang relatif stabil, diinterpretasikan bahwa tidak terjadi peningkatan tekanan di dalam tubuh gunungapi.

Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi, maka tingkat aktivitas Gunung Semeru tetap pada Level III (Siaga), dengan rekomendasi utama agar masyarakat, pengunjung, dan pendaki dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari Kawah Jonggring Seloko.

Selain itu  tidak memasuki sektor tenggara sejauh 13 kilometer dari puncak ke arah tenggara, yang dapat meluas hingga 17 kilometer di sepanjang aliran Besuk Kobokan.

Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak G. Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan. (HS-08)

 

 

Penataan Pasar Banjarsari, Pemkot Pekalongan Tak Lagi Beri Toleransi pada Pedagang di Luar Zona Resmi

Ekonomi Desa Kian Berkembang, di Jawa Tengah Sudah Tidak Ada Desa Sangat Tertinggal