HALO SEMARANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah bergerak cepat menangani dugaan keracunan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi (MBG) yang terjadi di Kabupaten Grobogan. Penanganan dilakukan secara terkoordinasi lintas instansi guna memastikan keselamatan peserta program sekaligus menelusuri penyebab kejadian tersebut.
Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah, Sumarno, memastikan proses penanganan dan penelusuran dilakukan secara serius dan menyeluruh. Saat ini, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah tengah melakukan asesmen mendalam terhadap seluruh tahapan penyediaan makanan.
“Asesmen dilakukan mulai dari penyiapan bahan, proses memasak, hingga penyajian kepada para siswa. Kami fokus mencari penyebabnya secara detail,” ujar Sumarno di Semarang, Selasa (13/1/2026).
Ia berharap seluruh peserta yang masih memerlukan perawatan medis dapat segera pulih dan tidak muncul dampak lanjutan yang membahayakan.
“Mudah-mudahan semua yang masih membutuhkan penanganan medis bisa segera sembuh dan tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,” katanya.
Selain menelusuri sumber dugaan keracunan, evaluasi juga dilakukan terhadap aspek waktu pengolahan makanan serta penerapan standar higienitas bahan dan proses memasak. Langkah ini dinilai penting sebagai bahan perbaikan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Sumarno menambahkan, koordinasi lintas instansi terus diperkuat dalam penanganan kasus ini. Badan Gizi Nasional (BGN) turut terlibat bersama Dinas Kesehatan dalam pembahasan teknis, evaluasi pelaksanaan program, hingga penentuan langkah lanjutan sesuai kewenangan masing-masing.
“Untuk hal-hal terkait sanksi dan tindak lanjut lainnya menjadi kewenangan Badan Gizi Nasional,” ujarnya.
Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan per Selasa (13/1/2026) pukul 06.00 WIB, jumlah korban terdampak dugaan keracunan MBG tercatat sebanyak 803 orang. Dari jumlah tersebut, 688 orang telah dinyatakan sembuh, sementara 115 orang lainnya masih menjalani perawatan di fasilitas pelayanan kesehatan dan terus dipantau kondisinya.
Pemprov Jawa Tengah memastikan penanganan korban menjadi prioritas utama, sembari menunggu hasil asesmen lengkap sebagai dasar evaluasi dan perbaikan pelaksanaan Program Makan Bergizi ke depan.(HS)


