HALO KENDAL – Meski pihak Kelurahan Bandengan, Kecamatan Kendal, Kabupaten Kendal sudah berinisiatif untuk memagari Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R), namun masih saja ada oknum warga yang membuang sampah sembarangan di area sekitar.
Hal tersebut tertangkap dalam rekaman CCTV yang sengaja dipasang pihak kelurahan, untuk mengamankan area, supaya tidak kembali menjadi tempat pembuangan sampah liar.
Nampak dalam rekaman, beberapa oknum warga yang datang menggunakan kendaraan sepeda motor ke lokasi TPS3R dan kemudian membuang sampah seenaknya tanpa rasa bersalah.
Kepala Kelurahan Bandengan, Nur Ali mengatakan, beberapa oknum yang terekam CCTV adalah warga dari Bandengan yang membuang sampah saat pagi hari.
“Rata-rata yang membuang sampah itu oknum warga Kelurahan Bandengan sendiri. Mereka membuang sampah pada pagi hari, supaya tidak banyak yang memergoki,” jelasnya, Rabu (7/1/2026).
Nur Ali berharap, warga ikut melestarikan lingkungan, dan bisa sadar untuk menghilangkan kebiasaan membuang sampah sembarangan.
“Kami mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran diri serta turut berperan nyata dalam upaya menjaga kebersihan lingkungan sekitar dan menjaga kelestarian Bandengan. Salah satu bentuk nyata dari upaya tersebut adalah dengan tidak membuang sampah sembarangan,” tandasnya.
Untuk itu, lanjut Nur Ali, saat ini sedang mencari solusi dengan menggandeng pihak swasta, terkait pengangkutan sampah yang ada di lokasi TPS3R.
“Untuk tindakan saat ini belum kami lakukan, cuma sebatas memasang spanduk peringatan di lokasi TPS3R untuk tidak membuang sampah sembarangan. Kemudian jika terekam CCTV akan diviralkan dan dicari, setelah itu diberi sanksi,” ujarnya.
Nur Ali juga menyebut, pihaknya juga gencar mengajak warga untuk memilah sampah yang bisa dimanfaatkan. Salah satunya dengan memanfaatkan gedung TPS3R untuk dijadikan sebagai bank sampah.
“Pemanfaatan gedung TPS3R sebagai Bank Sampah, mendorong masyarakat lebih peduli dalam memilah dan mengolah sampah. Selama ini, bangunan bekas TPS3R malah menjadi pembuangan sampah liar oleh oknum warga yang tidak bertanggung jawab hingga sekarang,” ungkapnya.
Nur Ali membeberkan, untuk harga per kilogram di Bank Sampah Bandengan, kategori sampah kertas HVS Rp 1.500, dus snack Rp 500, kardus Rp 1.200, dan botol plastik Rp 2.500.
“Untuk harga besi Rp 3.000 per kilogram, kaleng dan seng Rp 1.000 per kilogram, alumunium Rp 10.000 per kilogram, dan campur Rp 1.000 per kilogram. Untuk botol sirup tidak laku,” bebernya.
Nur Ali berharap, kehadiran bank sampah tak hanya membantu menekan jumlah sampah rumah tangga saja, tetapi juga membawa berkah bagi warga. Karena untuk tabungan bisa diambil setiap bulan atau untuk membayar iuran bulanan sampah.
“Harapannya, Bank Sampah Kelurahan Bandengan yang diinisiasi ibu-ibu PKK ini bisa membawa manfaat. Sebab, sampah yang sudah dipilah oleh warga bisa dijual di bank sampah, sehingga warga pun bisa mendapatkan pundi-pundi rupiah,” pungkasnya.(HS)


