HALO SEMARANG – Besarnya potensi pasar wisata dari Provinsi Jawa Tengah menarik perhatian Negeri Jiran. Destinasi wisata di Selangor, Malaysia, mulai serius menggarap pasar Jateng dengan mempromosikan berbagai unggulan pariwisata yang dimilikinya. Sepanjang tahun 2025, tercatat sebanyak 15 juta wisatawan asal Indonesia berkunjung ke Malaysia, menjadikan Indonesia salah satu pasar utama pariwisata negara tersebut.
Promosi wisata Selangor di Jawa Tengah dilakukan melalui kegiatan Table Top Matta Travel Exchange yang digelar di Hotel Aston Inn Semarang, Rabu (7/1/2026). Kegiatan ini menjadi momentum pertama bagi Tourism Selangor memperkenalkan destinasi wisatanya secara langsung kepada pelaku industri pariwisata di Jawa Tengah.
Perwakilan Tourism Selangor, Ahmad Danial Khairudin, mengatakan bahwa pihaknya belum menetapkan target khusus jumlah wisatawan dari Jawa Tengah, mengingat promosi ini baru pertama kali dilakukan.
“Yang jelas, pertemuan seperti ini diharapkan bisa menggeliatkan sektor pariwisata di kedua negara. Selain itu, kami juga berharap dapat mendorong peningkatan jumlah penerbangan langsung antara Semarang dan Malaysia agar semakin positif,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, sepanjang tahun 2025 tercatat sekitar 9 juta wisatawan menginap di Selangor minimal satu malam. Angka tersebut belum mencerminkan total kunjungan wisatawan ke Malaysia secara keseluruhan.
“Yang paling banyak dikunjungi wisatawan antara lain Masjid Biru, pusat perbelanjaan, hotel, hingga wisata medis. Selangor terhubung dengan banyak destinasi, sehingga wisatawan bisa menjangkau berbagai lokasi dalam satu kawasan,” jelasnya.
Menurut Ahmad Danial, wisatawan terbanyak ke Selangor berasal dari China, disusul Singapura dan Indonesia.
Sementara itu, Chairman Matta Selangor, Vijiya Khumar M Khrisnan, menyampaikan bahwa Malaysia menargetkan 70 juta kunjungan wisatawan pada 2026, seiring realisasi kunjungan sepanjang 2025 yang mencapai 45 juta wisatawan.
“Dari jumlah tersebut, sekitar 15 juta wisatawan berasal dari Indonesia,” katanya.
Ia menambahkan, mayoritas wisatawan datang ke Malaysia untuk keperluan wisata medis, liburan, belanja, serta mengunjungi theme park. Adapun destinasi favorit yang ditawarkan antara lain Pulau Pinang, Malaka, Genting Highlands, Putrajaya, dan berbagai destinasi lainnya.
“Meski kami dari Selangor, promosi ini juga bagian dari dukungan terhadap program nasional Visit Malaysia,” ujarnya.
Vijiya menyebutkan, paket wisata Selangor paling ideal dinikmati dalam durasi empat hari tiga malam, termasuk paket gabungan tiga negara dengan Singapura dan Thailand. Setelah Semarang, promosi serupa akan dilanjutkan ke sejumlah kota lain yang memiliki penerbangan langsung ke Malaysia.
“Sebelumnya kami sudah promosi di Palembang. Ke depan, akan kami lakukan rutin ke kota-kota seperti Surabaya dan Makassar,” katanya.
Dari pihak tuan rumah, Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Disporapar Jawa Tengah, Aria Candra Destianto, menyampaikan bahwa Pemprov Jateng tengah menyusun Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kepariwisataan guna memperkuat sektor pariwisata daerah.
“Salah satunya terkait pemberian insentif kepada pelaku usaha jasa pariwisata yang aktif mempromosikan dan membawa wisatawan ke Jawa Tengah,” ujarnya.
Ia menyebutkan, destinasi unggulan Jawa Tengah yang paling diminati wisatawan sepanjang 2025 antara lain Candi Borobudur, Candi Prambanan, Kota Lama Semarang, Karimunjawa, dan Punthuk Setumbu.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) Jawa Tengah, Dian Dalu A, mengapresiasi kegiatan promosi dan table top yang dilakukan Matta Selangor di Semarang.
“Kegiatan ini menambah product knowledge bagi pelaku travel di Jateng, khususnya terkait destinasi wisata Selangor,” katanya.
Ia menilai, keberadaan penerbangan langsung Semarang–Kuala Lumpur menjadi peluang sekaligus tantangan bagi biro perjalanan di Jawa Tengah.
“Penerbangan ini harus dijaga agar arus wisatawan dari dan ke Malaysia bisa seimbang. Ini tantangan bagi travel agent Jateng untuk mendatangkan wisatawan Malaysia ke Jawa Tengah,” pungkasnya.(HS)


