in

Pramuka Peduli, Kwarcab Magelang Salurkan Bantuan Rp75 Juta untuk Korban Longsor di Pandanarum

Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Magelang menyerahkan bantuan kemanusiaan sebesar Rp. 75 juta bagi korban bencana longsor di Desa Situkung, Pandanarum. (Foto : banjarnegara.go.id)

 

HALO BANJARNEGARA – Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Magelang menyerahkan bantuan kemanusiaan sebesar Rp75 juta bagi korban bencana longsor di Desa Situkung, Pandanarum.

Bantuan diserahkan langsung oleh Ketua Kwarcab Magelang, Eko Triyono, kepada Wakil Bupati Banjarnegara, sekaligus Ketua Kwarcab Banjarnegara, Wakhid Jumali Lc, baru-baru ini.

Penyerahan bantuan berlangsung di Rumah Dinas Wakil Bupati Banjarnegara. Wabup didampingi Sagiyo selaku Wakil Ketua Bidang Humas dan Abdimas, Teguh Handoko, selaku Wakil Ketua Bidang Aset, Usaha, Sarana Prasarana, Sekretaris Kwarcab Banjarnegara Dwicahyo Ariwidodo, serta bendahara Tujono.

Pramuka Peduli

Ketua Kwarcab Magelang, Eko Triyono, menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan wujud solidaritas dan kepedulian antarsesama dalam keluarga besar Pramuka.

“Kita semua adalah saudara. Dulu Banjarnegara menggalang aksi peduli Merapi, sekarang kami dari Magelang ikut peduli Situkung Banjarnegara. Inilah bentuk kepedulian Pramuka, saling membantu dan saling menguatkan,” ujar Eko Triyono.

Ia menjelaskan, bantuan senilai Rp 75 juta disalurkan melalui transfer bank Rp50 juta, serta Rp 25 juta diserahkan secara tunai pada hari ini.

Sementara itu, Wakil Bupati Banjarnegara, Wakhid Jumali menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian serta kepedulian Kwarcab Magelang kepada masyarakat Banjarnegara yang terdampak bencana.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Banjarnegara, kami mengucapkan terima kasih yang tak terhingga. Semoga bantuan ini menjadi amal saleh dan semakin mempererat tali silaturahmi antarsesama,” tuturnya.

Wakhid juga menyampaikan perkembangan penanganan pascabencana longsor Situkung.

Ia menjelaskan bahwa masa tanggap darurat bencana telah berakhir pada 27 Desember 2025.

“Untuk penanganan lanjutan, penempatan pengungsi di hunian sementara (huntara) tahap pertama telah terealisasi 100 persen, dengan jumlah sekitar 50 unit rumah. Untuk tahap selanjutnya masih berjalan,” jelasnya.

Wabup mengakui masih terdapat sejumlah permasalahan yang dihadapi warga terdampak, mulai dari rumah yang mengalami kerusakan berat hingga kehilangan ternak akibat bencana longsor tersebut. (HS-08).

 

 

Bupati Cilacap Berikan Refleksi dan Arahan untuk Tahun 2026

PMI Salurkan Bantuan untuk 218 Keluarga Korban Longsor Situkung Banjarnegara